Gunungkidul Optimalkan Wisata Geopark

Ardi Teristi
04/10/2016 19:03
Gunungkidul Optimalkan Wisata Geopark
(ANTARA)

PEMERINTAH Kabupaten Gunungkidul akan mengoptimalkan wisata geopark yang selama ini belum tergarap dengan baik. Saat ini baru sebagian kecil objek wisata di kabupaten itu yang dikenal masyarakat, seperti Gunung Api Purba Nglanggeran, Gua Pindul, dan Kalisuci.

"Padahal, kami punya 600-an gua dan yang sudah dikelola untuk wisata ada 50-an," kata Supriyanto, Kasi Promosi dan Pemasaran, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Selasa (4/10).

Ia mengatakan banyak potensi wisata geopark yang belum terekspos ke masyarakat. Salah satu kendala memasarkan wisata geopark, lanjut dia, ialah besarnya biaya yang dibutuhkan untuk membuka akses.

Salah satu lokasi wisata geopark yang kini sedang dipromosikan ialah adalah Gua Tanding di Desa Bejiharjo. Lokasinya hanya 500 meter dari Gua Pindul.

Menurut Supadi, 56, salah seorang pemandu pengelola wisata Gua Tanding, lokasi wisata tersebut belum terekspos secara luas. "Kami baru mulai beroperasi pada Lebaran kemarin," kata dia.

"Di Gua Tanding punya karakteristik yang khas, beda dengan Gua Pindul. Kita menyusuri lorong gua dengan perahu karet," pungkas dia.

Supriyanto berharap, dengan gencarnya promosi wisata geopark, semakin banyak wisatawan yang datang ke Gunungkidul. Apalagi, Gunungkidul juga sudah ditetapkan sebagai Global Geopark Network (GGN) pada sidang biro GGN/Unesco.

"Pada 2015 kunjungan wisata (berdasarkan retribusi yang masuk) sekitar 1,8 jutaan orang. Pada 2016 targetnya 2,2 jutaan orang. Dari jumlah tersebut, wisata pantai masih menjadi primadona."

Ia mengatakan, pendapatan asli daerah dari retribusi wisata pada 2016 mencapai Rp20,8 miliar, dengan sekitar 70% pemasukan dari wisata pantai. Tahun ini target pendapatan asli daerah dari retribusi wisata adalah sekitar Rp22 miliar. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya