Banjir Bengawan Solo Rendam 100 Ha Tanaman Pangan

M Yakub
30/9/2016 17:13
Banjir Bengawan Solo Rendam 100 Ha Tanaman Pangan
(ANTARA FOTO/Maulana Surya)

SEKITAR 100 hektare (ha) tanaman pangan di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, Jatim, terendam banjir, Jumat (30/9) siang. Kiriman air dari kawasan hulu yang deras dalam dua hari terakhir membuat Bengawan Solo meluap.

Sekitar 100 hektare tanaman pangan itu di antaranya berupa jagung, singkong, sayuran, cabai, hingga tembakau. Puluhan hektare tanaman pangan itu berada disepanjang bantaran Bengawan Solo. Di antaranya di Kecamatan Padangan, Purwosari, Kasiman, Malo, Kalitidu, Dander, Bojonegoro, Trucuk, Kapas, Balen, Sumberejo, Kanor serta Baureno.

Sujiat, 60, petani Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk mengeluhkan, sejumlah tanaman pangan di lahannya di bantaran sungai Kali Kening, anak sungai Bengawan Solo terendam banjir sejak dua hari lalu.

Menurut dia, singkong, umbi jalar, terong, hingga cabai terendam banjir. "Terendam paling parah tembakau," ungkapnya, kepada Media Indonesia, Jumat (30/9).

Tanaman tembakau yang hampir panen, kata dia, juga tak luput dari terjangan banjir anak sungai Bengawan Solo. Tembakau yang ditanamanya seluas 1/4 hektare juga tenggelam akibat terendam luapan air sungai Bengawan Solo yang masuk melalui Kali Kening.

Bisri, 52, petani lainnya. juga menyebut banjir yang datang sejak dua hari terakhir telah meneggelamkan jagung dan singkongnya. "Sejak kemarin, singkong kami panen paksa. Khawatir mati membusuk," jelas pemilik lahan di Desa Sranak ini.

Ia menjelaskan, tanaman juga jagungnya yang memasuki masa berbuah tergenang banjir. Bahkan, sebagain yang siap panen telah terendam sejak dua hari terakhir.

Bila banjir segera surut, tanaman masih mungkin bisa diselamatkan. Tetapi, kalau masih terendam hingga beberapa hari mendatang bisa dipastikan mengalami gagal panen. "Jelas kami resah. Ini tanaman siap panen Mas," pungkasnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya