Tren Produksi Padi Diprediksi Naik Akhir Tahun Ini

07/8/2024 22:34
Tren Produksi Padi Diprediksi Naik Akhir Tahun Ini
Seorang warga di areal persawahan, Selasa (6/8/2024). Seluas 50 hektare sawah di Bangka Selatan terancam kekeringan.(MI/Rendy Ferdiansyah)

WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengungkapkan, Kementan optimistis, lima bulan ke depan tren produksi padi akan meningkat dengan syarat pompa bantuan yang sudah diterima oleh pemerintah daerah langsung difungsikan untuk menggarap lahan baru.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri rapat optimalisasi perluasan areal tanam (PAT), pompanisasi, dan pembinaan penyuluh di Graha Manggala Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/8).

"Bapak ibu, dari data yang kami himpun, kalau kita semua konsisten dengan tugas kita masing-masing, menjalankan arahan Pak Mentan. Pompa yang sudah terdistribusi langsung dimanfaatkan maka kita optimis lima bulan ke depan produksi kita akan naik," ujarnya.

Kehadiran dirinya di rapat tersebut adalah tidak lain untuk memastikan kebutuhan beras nasional aman sampai akhir tahun dengan terus mengakselerasi pertanaman.

"Urusan pangan ini urusan penting dan genting. Kita ketahui bersama bahwa Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur adalah lumbung beras nasional. Oleh karena itu kita harus pastikan pompanisasi sebagai pendukung PAT terpasang dan berfungsi dengan baik. Jadi di mana pun ada sumber air dan lahan yang belum dioptimalkan segera laporkan," kata Wamentan.
 
Sementara itu, Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menyampaikan bahwa Jawa Barat adalah salah satu lumbung padi nasional.

"Tahun 2022 produksi kami 9,3 juta ton gabah kering-giling tahun 2023 turun menjadi 9,1 juta ton dan tahun ini target kami 11 juta ton," ungkapnya.

Lebih lanjut, Bey menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas bantuan pompanisasi yang sudah diterima pihaknya.

"Ada 7.033 unit pompa, kepada kelompok tani dan brigade dan telah dimanfaatkan sebesar 82,62% atau sekitar 5.811 unit," imbuhnya. (J-3)
 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya