Sopir Bus Sang Engon Tersangka

Haryanto
22/2/2015 00:00
Sopir Bus Sang Engon Tersangka
(ANTARA/R Rekotomo)
Polrestabes Semarang akhirnya menetapkan sopir bus Sang Engon, M Husen, 56, warga Gudang Stasiun RT 04/RW 08, Babat, Lamongan, Jawa Timur, sebagai tersangka kecelakaan maut di lintas Tol Jatingaleh, Semarang, yang menewaskan 18 orang itu.

Tersangka dijerat Pasal 310 ayat 4 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Kelalaian yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia. "Ancaman hukumannya 12 tahun penjara," kata Kapoltabes Semarang, Kombes Djihartono, di Semarang, kemarin.

Djihartono menambahkan, dari hasil pemeriksaan Husen mengaku ketika melintasi Tol Jatingaleh Km 9.300 lingkar Tol Jangli, bus melaju dari arah Jatingaleh dengan kecepatan 110 km per jam. Bahkan sebelum belokan, bus Sang Engon menyalip tiga mobil kemudian menabrak beton pembatas jalan hingga melompatinya, kemudian meluncur menuju dinding tebing.

"Jadi sudah masuk gigi lima dan akan kembali ke gigi empat tidak bisa. Kecepatannya di atas 100 km per jam. Dia tidak mengaku rem blong," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Djihartono, bus berkapasitas 52 penumpang itu mengangkut penumpang melebihi beban. Total penumpang bus Sang Engon sebanyak 68 orang. "Kami akan ambil keterangan pengelola, sopir dan saksi mengapa sampai kelebihan muatan," ujarnya.

Hasil penyelidikan juga menunjukkan sopir salah mengambil jalur. Bus dengan tujuan Bojonegoro itu dari arah Krapyak sampai di simpang Jatingaleh seharusnya menuju Gayamsari, tetapi mengambil jalan menuju Tembalang.

Dipulangkan
Sebanyak 18 korban tewas, 17 korban tercatat warga Kabupaten Bojonegoro, dan 1 warga Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Dari jumlah itu, 11 korban di antaranya warga Kecamatan Dander.

Sebanyak 16 jasad korban kecelakaan tunggal bus Sang Engon sudah dibawa ke Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (21/2) pukul 12.00 WIB.

Kabid Dokkes Polda Jawa Tengah, Kombes Rini Mulyawati membenarkan seluruh korban kecelakaan dibawa ke Bojonegoro.

"Sopir bus maut, M Husen, yang selamat dari kecelakaan ini masih manjalani perawatan di RS Bhayangkara," kata Rini.

Berdasarkan data dari Posko Kecamatan Dander, dari 16 korban tewas, 12 jenazah dijemput mobil ambulans milik pemkab setempat, sedangkan 4 jenazah lainnya dijemput keluarga korban ke Semarang.

"Hingga saat ini ada 16 jenazah yang sudah sampai ke Bojonegoro, sedangkan sisanya masih dalam proses," terang Kabag Humas dan Infokom Pemkab Bojonegoro, Hari Kristianto, kepada Media Indonesia saat ditemui di Posko Dander.

Pemkab Bojonegoro telah menyiapkan 18 unit mobil ambulans dan akomodasi. "Korban meninggal dunia langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan," terangnya.

Dari total 55 korban luka-luka, 11 orang di antaranya sudah kembali ke Bojonegoro. Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial Kabupaten Bojonegoro, Adi Wicaksono, mengatakan di luar korban tewas, masih ada 13 korban kecelakaan asal Bojonegoro masih harus menjalani perawatan.

"Pemkab Bojonegoro mengupayakan semua korban yang masih dirawat untuk dibawa pulang dan menjalani perawatan lanjut di Bojonegoro," kata Adi saat ditemui di RS Bhayangkara.

Pascakecelakaan posko di Kecamatan Dander juga membuka informasi melalui telepon untuk memberikan informasi kepada keluarga korban kecelakaan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya