Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya menekan tingginya angka stunting (tengkes) di wilayah tersebut melalui berbagai program. Di antaranya keterlibatan masyarakat dalam program Bapak-Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS).
Program BAAS ini merupakan program BKKBN berkolaborasi dengan pemerintah daerah dengan partisipasi seluruh masyarakat (swasta) sebagai rasa kepedulian dalam rangka menurunkan angka stunting. Terkait hal ini telah digelar Rakerda Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Kalsel tahun 2024 di Banjarmasin, Kamis (18/4).
Kegiatan Rakerda dirangkai dengan pengukuhan BAAS Kalsel serta penandatanganan MoU dan perjanjian kerja BKKBN Kalsel bersama mitra/stakeholder, dan penyerahan secara simbolis dana alokasi khusus kepada bupati/wali kota se-Kalsel. Adapula penyerahan penghargaan bagi Pemprov Kalsel kategori Mitra Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting 2023
Baca juga : Bali Raih Prevalensi Stunting Terendah se-Indonesia
"Kita berharap seluruh elemen masyarakat saling kolaborasi untuk percepatan penurunan stunting di Kalsel," ungkap Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, Jumat (19/4).
Pemerintah pusat menargetkan angka stunting berada di angka 14% pada 2024.
Angka stunting di Kalsel masih tinggi. Berdasarkan data SSGI tahun 2021, prevalensi stunting di Kalsel sebesar 30 persen, kemudian turun menjadi 24,6 persen pada 2022. Menurut Roy, upaya menekan angka stunting ini penting bagi desain masa depan bangsa Indonesia yang akan memasuki fase puncak bonus demografi pada 2035-2045.
Kepala BKKBN Pusat, Hasto Wardoyo mengatakan keuntungan dari bonus demografi, baru bisa dirasakan ketika kualitas SDM meningkat. Di mana keluarga, merupakan pintu utama untuk meningkatkan kualitas SDM. (Z-3)
Kemenkes RI luncurkan Konsorsium 1000 HPK bersama Rabu Biru Foundation untuk mengintegrasikan intervensi kesehatan ibu dan anak demi target Indonesia Emas 2045.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat prevalensi stunting di wilayah tersebut berada di kisaran 26,1 persen dan ditargetkan turun sebesar lima persen pada 2026.
Studi IHDC mengungkap hubungan signifikan antara stunting, anemia, dan rendahnya kemampuan working memory pada anak usia sekolah di Indonesia.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan targetkan angka stunting turun ke 7% pada 2026 melalui kolaborasi stakeholder dan penguatan peran SPPG.
IDAI ingatkan orangtua mengenai pentingnya kurva pertumbuhan untuk pantau tumbuh kembang anak secara akurat dan cegah salah diagnosis stunting.
Presiden INA Dr. dr. Luciana B. Sutanto menekankan pentingnya protein dan zat besi untuk kecerdasan anak serta pencegahan stunting dan anemia.
Wihaji menekankan bahwa setiap daycare yang masuk dalam binaan pemerintah harus melalui proses seleksi ketat.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Analis Kebijakan BNPT Haris Fatwa Dinal Maula, mengungkapkan bahwa ancaman terorisme dan radikalisme masih nyata di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Meski jangkauan tim sudah cukup luas, Safrina mencatat masih ada beberapa wilayah yang belum tertangani sepenuhnya karena kendala akses.
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved