Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN yang melanda TPA Suwung, Bali sudah berlangsung beberapa hari. Penanganan untuk memadamkan api belum juga berhasil. Akibatnya, sampah mulai bertumpukan di beberapa titik tempat pembuangan sementara (TPS).
Di Kota Denpasar, misalnya, ada beberapa titik TPS yang sampahnya terlihat bertumpuk.
Menindaklanjuti perkembangan penanganan permasalahan sampah akibat terbakarnya TPA Suwung, Penjabat Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya meminta agar penanganan sampah berbasis sumber segera dioptimalkan. Menurutnya, agar sampah-sampah bisa dikelolah langsung di sumber sampah.
Baca juga: Api belum Padam, TNI-POLRI di Bali Dikerahkan
Ia mengapresiasi upaya dari 4 kabupaten di Bali sebagai pemasok sampah ke TPA Suwung yakni Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita) yang telah secara gotong-royong membantu penanganan sampah akibat terbakarnya TPA Suwung-Denpasar.
Bahkan, menurut Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, bantuan tidak hanya datang dari Provinsi Bali namun juga dari Kabupaten Badung, Gianyar, dan Tabanan. Di samping juga bantuan CSR dari perusahaan-perusahaan seperti Pertamina, PLN, Perindo, dan KEK Kura-Kura Bali.
"Artinya, secara gotong royong sudah kita terapkan dengan semua ini dan masyarakat pun sudah melakukan," ungkapnya.
Baca juga: Kebakaran di TPA Suwung Denpasar Belum juga Padam
Sementara itu, Kalaksa BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin, menyampaikan upaya penanganan kebakaran TPA Suwung telah dilaksanakan melalui operasi darat, udara, hingga penanganan dengan cara injeksi. Di samping itu juga dilakukan operasi kemanusiaan terhadap para pengungsi dan masyarakat sekitar yang terdampak dengan memberikan bantuan masker, obat-obatan termasuk juga dengan menyiagakan Puskesmas yang ada.
Mahendra Jaya meminta agar masyarakat perlu mengambil hikmah dari kejadian ini.
"Tentu kita ambil hikmah dari kebakaran ini, kita perlu melakukan evaluasi dan penataan di dalam penanganan sampah," jelasnya.
Ia juga meminta agar penanganan sampah berbasis sumber agar lebih dioptimalkan, begitu juga dengan pemanfaatan TPS3R dan TPST.
"Kemudian bagus apabila desa-desa yang ada belajar penanggulangan sampah dari desa-desa yang sudah berhasil. Minta mereka belajar ke sana, ya ATM, amati, tiru, dan modifikasi sehingga benar-benar penanganan sampah menjadi optimal," kata Mahendra.
Ia juga menyampaikan akan memastikan pemanfaatan dana desa agar juga dialokasikan untuk pengelolaan sampah sehingga penanggulangan sampah berbasis sumber benar-benar terimplementasikan dengan baik.
Di sisi lain, ia juga menegaskan mengenai perubahan paradigma terhadap penanganan sampah di masyarakat. Ia menyampaikan bahwa perubahan paradigma ini penting untuk dilakukan.
"Mulai dari di sekolah-sekolah, SMP, SMA bahkan SD. Kita dorong percepatan," jelas Mahendra.
Ia meminta agar sekolah-sekolah dapat secara mandiri mengelola sampah khususnya sampah organik dengan mengadopsi metode teba kota/ teba modern dengan membuat sumur kompos sehingga dapat meminimalisir limbah sampah yang dibuang ke TPA atau TPS3R.
Ke depannya, terkait penuntasan masalah sampah, Mahendra Jaya akan mengalokasikan sebagian besar dana dari pungutan wisatawan asing yang akan berlaku pada 2024 mendatang untuk penanganan sampah di Bali.
"Mungkin 50%-70% untuk penanganan sampah," jelasnya.
Ia meminta masukan dari Kabupaten/Kota terkait teknis pemanfaatan dana tersebut disamping juga meminta agar Sekda Provinsi Bali dan Kadis LHK Provinsi Bali untuk secara teknis membahas hal tersebut dengan Kadis LHK Kabupaten/Kota.
"Harapannya, pada 2024, masalah sampah ini selesai karena dana ada. Tolong dibahas lebih lanjut secara khusus, secara teknis," jelasnya. (Z-1)
Menurut Jumhur, tantangan lingkungan hidup di Indonesia cukup kompleks dan membutuhkan penanganan bertahap.
Banjir besar ini terjadi karena overflow air yang melampaui kapasitas kali setelah aliran air terhambat tumpukan sampah.
Pemerintah melangkah lebih jauh dalam mewujudkan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik.
Tempat Penampungan Sementara (TPS) di kawasan CitraRaya, Tangerang, tengah dipersiapkan untuk bertransformasi menjadi fasilitas pengelolaan sampah berbasis metode controlled landfill.
Volume sampah yang diangkut setiap harinya dari seluruh wilayah kecamatan mencapai puluhan ton
Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang mencatat produksi sampah di kota itu mencapai 700 ton per hari.
IDAI menegaskan bahwa daycare atau Taman Penitipan Anak (TPA) seharusnya dipahami sebagai tempat pengasuhan, bukan sekadar tempat menitipkan anak.
Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq instruksikan penutupan praktik open dumping di TPA seluruh Indonesia. Simak target penurunan dan solusi PSEL di Kalsel.
PENELITI Peneliti BRIN Reza Cordova menyebut sebagian besar Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA di Indonesia sudah kelebihan kapasitas dan menyimpan risiko ledakan gas metana
PEMDA yang masih menerapkan praktik pembuangan terbuka (open dumping) di tempat pemrosesan akhir (TPA) melewati batas waktu yang ditetapkan pada 2026 akan terkena sanksi.
Pemerintah menyatakan masih terdapat sekitar 40 tempat pemrosesan akhir (TPA) di Indonesia yang melakukan praktik open dumping secara penuh.
Jika masalah sampah tidak segera dibenahi, sejumlah TPA diperkirakan mencapai batas maksimal pada 2028.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved