Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI musim tanam tembakau tahun ini, petani tembakau di wilayah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah mengalami kesulitan mendapatkan pupuk ZA bersubsidi. Sebagai gantinya mereka menggunakan pupuk ZA non subsidi yang harganya mahal dan pupuk urea yang kurang cocok untuk pertumbuhan tanaman tembakau.
Tri Supono, salah seorang petani di Dusun Lamuk, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Temanggung mengaku sudah mencari pupuk ZA bersubsidi di kios pupuk di daerahnya yang telah ditunjuk secara khusus untuk melayani pembelian pupuk dengan kartu tani. Namun pupuk ZA tersebut langka.
"Saat ini kesulitan pupuk jenis ZA, tidak ada terus stoknya yang subsidi. Adanya pupuk urea. Sekarang kalo beli pupuk di satu tempat yang sudah ditunjuk untuk pembelian dengan kartu tani karena pupuk bersubsidi tidak bisa didapat di sembarang kios," katanya, Rabu (25/5).
Tri Supono menanam 6.000 pohon tembakau pada lahannya seluas 0,5 hektare. Usia tanamannya sekarang sudah mencapai 50 hari, sehingga mestinya sudah saatnya memberi pupuk tambahan. Untuk 6.000 pohon itu ia butuh 400 kilogram pupuk ZA.
Pupuk ZA bersubsidi biasanya bisa didapat dengan harga Rp88 ribu per sak isi 50 kilogram. Karena pupuk subsidi langka, ia terpaksa merogoh kocek lebih banyak untuk membeli pupuk ZA non subsidi dengan harga Rp400 ribu per sak isi 50 kilogram. Selebihnya ia menggunakan pupuk urea sebagai campuran.
"Kabar yang saya dengar jenis pupuk ZA bersubsidi akan dihapus, jadi harus beli puupuk yang non subsidi harganya empat kali lipat dari yang subsidi. Pupuk non subsidi juga sudah tersedia di kios-kios pertanian, kemasannya beda dari yang bersubsidi," katanya.
Ia menjelaskan, kandungan nitrogen pada pupuk urea lebih tinggi. Karenanya, jika curah masih tinggi seperti sekarang ini malah bisa menyebabkan tanaman tembakaunya mati jika memakai pupuk urea. Sedangkan pupuk ZA lebih ramah untuk tanaman tembakau. "Kalau salah pemupukan dalam masa perawatan bisa berisiko besar terhadap tanaman," katanya.
Di daerah lereng gunung kini sudah 90% lahan petani yang ditanami tembakau. Musim tanam tembakau memang biasanya dimulai dari lahan yang paling atas terlebih dahulu. Terutama lahan dekat hutan karena suhunya lebih dingin, sehingga umur tanaman akan lebih lama pertumbuhannya. Hal ini berbeda dari kondisi lahan sawah di daerah bawah.
"Selain pupuk, kendala tanam sekarang ada hama penggerek batang dan siput karena cuaca masih basah, sehingga hama-hama masih banyak yang menyerang tanaman," katanya. (TS/OL-10)
Sekretaris Perusahaan, Yehezkiel Adiperwira, menyebut keseimbangan antara operasional dan target iklim menjadi fokus utama perusahaan saat ini.
Sudaryono menyebutkan bahwa sejumlah negara telah menjalin komunikasi dengan pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pupuk mereka.
Pemerintah terus memperkuat cadangan pangan nasional sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang dapat mengganggu produksi dan distribusi pangan.
Pupuk Indonesia bersama Petronas Chemicals Group Berhad dan Brunei Fertilizer Industries resmi membentuk asosiasi produsen pupuk Asia Tenggara bernama SEAFA.
Harga pupuk jenis Urea non-subsidi kini bertengger di angka Rp450.000 per sak, naik dari harga sebelumnya Rp400.000. Tidak hanya itu, pupuk KCL turut merangkak naik ke Rp430.000 per sak.
Komitmen memperkuat efisiensi industri dan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) mengantarkan PT Pupuk Indonesia (Persero) meraih sejumlah penghargaan.
Capaian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat daya saing petani sekaligus melindungi kekayaan genetik lokal dari tingkat daerah ke panggung nasional
Angka pembatasan kadar nikotin sebesar 1 miligram dan tar sebesar 10 miligram dinilai sebagai standar yang sangat mustahil untuk dipenuhi oleh produk rokok kretek asli Indonesia
Regulasi yang tidak implementatif justru menjadi karpet merah oknum tertentu, sehingga mungkin saja beralih ke produk ilegal.
Jika diterapkan tanpa kesiapan ekosistem yang mendukung, petani tembakau bakal menghadapi tekanan ekonomi yang serius.
Wakil Ketua Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia (APCI) Heru D Wardhana menjelaskan bahwa rata-rata kandungan nikotin tembakau Indonesia di atas 3-5 persen, bahkan ada pula yang lebih tinggi.
Rekomendasi Batas Maksimal Kadar Tar dan Nikotin saat ini tengah dirancang oleh Tim Penyusun Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (KemenkoPMK)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved