Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKIPUN pemerintah telah memberlakukan larangan ekspor minyak goreng minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan turunannya, harga minyak goreng di pasar tradisional dan warung di Kota Pematangsiantar Sumatra Utara masih tetap mahal.
Padahal sebelumnya dari informasi yang dihimpun dari beberapa petani Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Kabupaten Labuhanbatu Batu dan Kabupaten Simalungun sebelum Idul Fitri 1443 H harga sawit semakin anjlok dan nyungsep dari Rp1.500 per kilogram menjadi Rp900 per kilogramnya.
Pantauan Media Indonesia di pasar tradisional Pasar Horas Kota Pematangsiantar, Rabu (4/5) harga minyak goreng curah serta harga minyak goreng premium kemasan bantal dan berdiri masih belum turun.
"Padahal harga buah sawit sudah turun namun untuk harga minyak goreng curah kami masih tetap menjualnya Rp16.000 per liter dan ini sudah bertahan dua minggu. Kemasan SunCo dua liter belinya sudah Rp47.500 dan kami menjualnya antara Rp48.000-Rp 49.000. Sementara minyak goreng kemasan Fortune yang isi satu liter belinya Rp19.000 dan menjual antara Rp20.000-Rp21.000. Itupun langka dan agak susah mendapatkannya. Minyak goreng Sania modalnya udah Rp24.000 dan kami jual Rp25.000," kata Bagas Hasibuan kepada Media Indonesia di kiosnya yang terletak di Blok III Pasar Horas, Kota Pematangsiantar Sumatra Utara, Rabu (4/5)'
Saat diminta tanggapannya terkait harga minyak goreng yang tidak juga kunjung turun, dia menyarankan agar pihak Dinas Perindag Pematangsiantar tidak hanya melakukan kunjungan dan sosialisasi saja.
"Pihak dinas terkait memang ada melakukan pengawasan ke pasar tetapi tidak memberikan solusi bagaimana agar harga minyak goreng turun, jadi seharusnya mereka tidak hanya kunjungan saja. Anjloknya harga sawit juga seharusnya mengikuti harga minyak goreng," ucap Bagas.
Masih di tempat yang sama di Blok III, Pasar Horas Kota Pematangsiantar, Ibu Sitohang mengakui setelah Idul Fitri 1443 H dia menjual minyak goreng curah serta minyak goreng curah sudah turun sedikit harganya.
"Minyak goreng curah sekarang kami jual Rp15.000, untuk minyak goreng kemasan merek Kunci Mas isi 2 liter Rp44.000, Minyak goreng kemasan Family berisi 1,8 liter hanya Rp38.000. Kalau kami biasanya gampang koq untuk mendapatkan minyak kemasannya," ujarnya. (AP/OL-10)
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengakui harga minyak goreng saat ini mengalami lonjakan. Itu terjadi karena meningkatnya biaya kemasan plastik.
Perum Bulog menegaskan bahwa kondisi pasokan dan harga minyak goreng Minyakita di lapangan tetap dalam keadaan stabil dan terkendali.
Permintaan terhadap Minyakita mengalami peningkatan seiring pergeseran konsumsi masyarakat dari minyak curah ke minyak kemasan sederhana.
Perum Bulog wilayah Kediri memastikan stok beras dan minyak goreng mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Lebaran.
Penyitaan ini dilakukan sebagai langkah krusial untuk membedah keterlibatan korporasi yang terjerat dalam kasus perintangan penyidikan
Selain ketersediaan beras, Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga
Dengan mengelola lebih dari 40 persen total luas perkebunan sawit nasional, petani tidak lagi cukup hanya berperan sebagai produsen bahan baku. Mereka perlu didorong untuk naik kelas.
Industri kelapa sawit turut memberikan multiplier effect positif terhadap perekonomian daerah serta berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani, pelaku UMKM, hingga masyarakat.
Implementasi program tersebut diwujudkan melalui pelatihan dan pendidikan teknis serta dukungan terhadap penelitian dan pemberian beasiswa di bidang kelapa sawit.
Lebih dari empat dekade sejak introduksi serangga penyerbuk pertama pada 1982, industri kelapa sawit Indonesia kembali memasuki babak baru melalui penguatan inovasi berbasis sains.
Penyebab karamnya KM Berkah Utama II diduga akibat kelebihan muatan. Saat berlayar, KM Berkah Utama II dilaporkan memuat sekitar 40 ton tanda buah segar (TBS).
Presiden Prabowo Subianto umumkan investasi besar untuk pembangunan kilang pengolahan avtur dari kelapa sawit dan minyak jelantah demi swasembada energi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved