Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Peternakan Jawa Barat menyatakan, penyebab di balik matinya gajah asal Sumatra di Kebun Binatang Bandung, di antaranya akibat kekurangan nutrisi, selain pengelolaan lingkungan di sekitar itu.
Demikian hasil pemeriksaan ulang, di samping nekropsi (autopsi untuk hewan) terhadap matinya gajah bernama Yani yang dilakukan tim dokter dari Dinas Peternakan Jabardan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia, serta petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jabar.
"Intinya, manajerial yang kurang baik, terutama terkait dengan pemberian nutrisi yang kurang baik," ujar Pranyata, salah seorang tim dokter dari Dinas Peternakan jabar, Jumat (13/5).
Sebelumnya, 11 tim dokter dari lembaga yang sama melakukan autopsi terhadap gajah selama lebih dari tiga jam, dengan melibatkan lintas dinas dan lembaga terkait. Namun, hingga saat ini, belum bisa dipastikan, terkait nama dan jenis penyakit yang menewaskan gajah tersebut, termasuk menular dan tidaknya.
Kepala BKSDA Jabar Sylvana Ratina mengatakan, hasil proses autopsi akan dijadikan sebagai bahan masukan, sekaligus laporan kepada pemerintah pusat terkait kasus kematian gajah Yani ini.
"Autopsi ini penting sekali. Kalau sampai penyebab kematian gajah adalah sesuatu yang bisa menular ke satwa lain, saya berharap hal itu (penularan) bisa diantisipasi," jelasnya.
Selain melakukan autopsi, tim tersebut juga melakukan pemeriksaan terhadap kompleks kebun binatang secara keseluruhan. sejumlah satwa yang ada di kebun binatang tersebut diperiksa untuk mengetahui kemungkinan penularan penyakit.
Pranyata menambahkan, pihaknya akan membagi tim untuk investigasi dari kandang depan sampai akhir. Karena, cukup banyak hewan yang perlu diinvestgasi. Pada hari ini, kata dia, baru pada primata, karnivor, dan reptil.
"Ke depan, kami akan melakukan analisis lanjutan terhadap seluruh satwa, khususnya dari aspek pemberian nutrisi, kesehatan hewan, dan keberadaan kandang," ujarnya.
Sementara itu, Pemkot Bandung menyatakan tengah membahas aset Kebun Binatang Bandung yang berada di lahan seluas 13 hektare itu.
"Hari ini kami masih membahas persoalan itu (aset), karena lahan tersebut merupakan aset Pemkot Bandung," ujar Kasi Pemberitaan Dinas Infokon Pemkot Bandung Meiwan Kartiwa.
Kepemilikan aset itu berpengaruh pada pengelolaan Kebun Binatang. Yayasan Marga Satwa Tamansari memilih tidak meneruskan pembayaran uang sewa sejak beberapa tahun terakhir dengan alasan ketidakjelasan kepemilikan lahan. Per 2014, Pemkot mencatat tunggakan sewa Rp2,1 miliar. (EM/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved