ARUS kendaraan di jalur Tol Cikampek-Palimanan, Jawa Barat, yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 12 Mei lalu terus mengalami peningkatan.
Akibatnya, kemarin, kemacetan arus kendaraan pun terjadi. Tak hanya itu, lima kecelakaan juga sudah terjadi di ruas jalan tol yang baru diresmikan tiga hari lalu itu.
Peningkatan arus kendaraan terjadi di depan gerbang Tol Cikopo-Palimanan. Antrean kendaraan mencapai 500 meter. Kemacetan terjadi akibat lambatnya proses tukar kartu oleh petugas gerbang tol.
"Kemacetan akibat lambatnya proses tukar kartu tol, terutama yang dari arah cikampek," kata Pendi, salah seorang pengemudi.
Tak hanya menimbulkan kemacetan, ruas Tol Cikopo-Palimanan juga mulai banyak mengalami kecelakaan. Sejak dibukanya Tol Cikopo-Palimanan sudah terjadi lima kali kecelakaan lalu lintas.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, lima kendaraan yang mengalami kecelakaan rusak parah dan ditarik ke gerbang tol Subang. "Sejak dibuka sampai hari ini, sudah lima kali terjadi kecelakaan. Semuanya kendaraan pribadi," ungkap Apit, salah seorang petugas tol.
Hingga kemarin, meski Tol Cikopo-Palimanan sudah dibuka, sejumlah pekerjaan masih dilakukan. Di antaranya di KM 102 dan KM 104 dari jalur Palimanan-Subang.
Di sisi lain, bus pun turut terlihat keluar masuk dari jalur tol. Berdasarkan pantauan, puluhan mobil sudah terlihat melewati pintu Tol Cipali di Palimanan. Dalam lima menit, sedikitnya ada 20 kendaraan yang keluar dari pintu Cipali di Palimanan, baik kendaraan dari arah Jakarta menuju Cirebon maupun sebaliknya.
Nomor polisi pun bervariasi, baik B yang berasal dari Jakarta, D dari Bandung, maupun E yang berasal dari Cirebon.
Tarto, seorang pengemudi asal Jakarta menuju Jawa Tengah (Jateng), mengaku sangat senang melewati Tol Cipali. "Lancar jaya," katanya sambil tertawa lepas, kemarin.
Di Jawa Timur, pendapatan dari Tol Jembatan Suramadu berkurang hingga lebih dari Rp3 miliar per bulan sejak pemerintah menggratiskan jalur kendaraan roda dua (R-2) pada akhir pekan lalu.
Berdasar data di gerbang Tol Suramadu, setiap hari kendaraan roda dua yang melintasi jembatan yang menghubungkan Pulau Madura dengan Kota Surabaya itu tidak kurang dari 34 ribu unit setiap hari, dari arah Surabaya maupun Madura. (RZ/UL/MG/N-1)