PENGOPERASIAN Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) membuat puluhan sektor usaha yang menggantungkan usaha di keramaian arus lalu lintas jalur pantura mulai khawatir penghasilan mereka menurun. Pengelola rumah makan dan warung nasi ataupun penjual minuman mulai mengkhawatirkan pengoperasian Tol Cipali akan mengurangi kendaraan yang melewati jalur pantura.
"Saya khawatir kendaraan yang melintasi pantura akan berkurang sehingga hasil penjualan kami pun turun," kata Nanan, salah seorang penjual nasi di jalur pantura, Subang, kemarin. Selain penjual makanan, pemilik SPBU juga mengeluhkan hal yang sama. Menurut mereka, sejak kemarin, penjualan premium dan solar mulai turun hingga 5%.
"Penjualan BBM sudah turun 5%. Padahal, tol baru dibuka belum genap 1 hari," ungkap Teguh, salah seorang operator SPBU di jalur pantura. Pada hari pertama beroperasi, kemarin, ribuan kendaraan sudah melintas di jalur Trans-Jawa yang memiliki panjang 116 km tersebut. Masyarakat pengguna jalan menyambut baik telah dioperasikannya Tol Cipali, terlebih lagi dalam sepekan ke depan tarif masuk tol masih digratiskan.
"Perjalanan kami lancar sekali. Jauh lebih cepat daripada lewat pantura," kata Wawan, seorang pengguna jalan, yang kemarin melintasi Tol Cipali. Saat ini Tol Cipali baru bisa digunakan untuk kendaraan kecil, bus, dan truk-truk kecil, sedangkan kendaraan besar masih dialihkan menggunakan jalur pantura.
Siapkan SPBU Mulai beroperasinya Tol Cipali juga membuat Pertamina menyiapkan empat SPBU untuk memenuhi kebutuhan pengisian bahan bakar di jalur itu. "Tol Cipali ini akan menjadi jalur penting bagi arus mudik dan balik Lebaran tahun ini sehingga keberadaan SPBU sangat penting bagi pengendara mobil untuk mengisi bahan bakar," kata Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Ahmad Bambang kepada pers di Kalijati, Subang, Jawa Barat, akhir pekan lalu.
Hal tersebut disampaikan seusai Ahmad Bambang meresmikan beroperasinya empat SPBU di tol baru Cipali. Keempat unit SPBU tersebut masing-masing terletak di tempat istirahat Km 102 dan Km 166 untuk arah Palimanan, dan tempat istirahat Km 101, dan Km 164 untuk arah Cikopo. Pengoperasian SPBU, kata dia, akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari SPBU tempat istirahat Km 102, selanjutnya SPBU Km 101 beroperasi pada 22 Juni 2015, Km 166 pada 30 Juni 2015, dan terakhir Km 164 pada 7 Juli 2015.
"Dengan demikian, seluruh SPBU di tol tersebut akan beroperasi sebelum arus mudik-balik Lebaran," katanya. Dalam mengoperasikan keempat SPBU itu, kata dia, Pertamina bekerja sama dengan pengelola tempat istirahat masing-masing. Tol dengan panjang 116,75 km tersebut terdiri atas 6 seksi, memiliki 8 tempat peristirahatan, 7 pintu masuk, 7 simpang susun, serta 99 jembatan.
Hingga kini jalur yang melintasi lima kabupaten di Jabar, yaitu Purwakarta, Subang, Indramayu, Majalengka, dan Cirebon merupakan tol terpanjang di Indonesia. Tol baru yang pengoperasiannya diresmikan Presiden Joko Widodo, Sabtu (13/6) diyakini akan sangat membantu memperlancar arus mudik Lebaran tahun ini. Dengan beroperasinya Tol Cikopo-Palimanan, jarak tempuh pantura dipangkas 40 km dan mengurangi waktu tempuh hingga 2 jam.