POLRESTA Denpasar, Bali, menggelar prarekonstruksi, kemarin (Kamis, 11/6/2015). Diketahui, pelaku yang menjerat leher Angeline bukanlah Agus Tai. Berbagai pihak menuntut Polresta Denpasar harus bisa mengungkap pelaku tersebut.
Kuasa hukum Agus, Haposan Sihombing, seusai mengikuti prarekonstruksi, mengatakan dari 19 adegan yang dilakukan Agus, tidak ada adegan penjeratan pada leher korban.
Artinya, ada pelaku lain yang melakukan adegan tersebut. ''Ini menjadi tugas polisi untuk mengungkap pelaku yang menjerat leher Angeline,'' tegas Haposan.
Ia menyebutkan dalam prarekonstruksi itu terlihat ada tali di sekitar lokasi eksekusi, namun tali tersebut tidak digunakan Agus untuk menjerat leher Angeline.
Dalam prarekonstruksi, Agus membunuh Angeline pada pukul 16.00 dan menguburkannya pada pukul 20.00 Wita. Adapun, pada petang hari itu, yakni 16 Mei sekitar pukul 15.00, Margareth--sang ibu angkat--telah mengetahui Angeline hilang.
Secara logika, ketika mengetahui Angeline hilang, seharusnya Margareth mencari keberadaan anaknya di sekeliling rumah.
''Kan mayat itu ada di kamar Agus. Kemudian pada pukul 20.00 dikuburkan. Masak ibu angkatnya tidak mengecek sekeliling rumah. Ini menjadi tugas kepolisian untuk mengungkap kejanggalan itu,'' ucap Haposan.
Ia mengatakan dalam waktu dekat dirinya akan mencoba menggali fakta-fakta yang diketahui Agus terkait kasus pembunuhan sadis tersebut.
Kepala Instalasi Forensik RSUP Sanglah, dr Dudut Rustiadi, juga mengakui dalam prarekonstruksi yang diperagakan Agus tidak terdapat adegan jeratan leher. Namun, hasil autopsi pada jasad bocah delapan tahun ini terdapat bekas jeratan tali.
Ia mengatakan Angeline meninggal karena benturan pada pelipis kanan, pelipis kiri, dan dahi yang menyebabkan terjadi pendarahan hebat pada bagian kepala korban.
Di sisi lain, Kapolresta Denpasar Kombes AA Made Sudana menegaskan Margareth tidak bisa ditetapkan sebagai tersangka.
''Kalau kita jerat Margareth sebagai tersangka, pasalnya apa, buktinya apa. Dalam kematian Angeline, Margareth tidak terlibat,'' ujarnya.
Di Nusa Tenggara Timur, Bupati Sumba Timur Gideon Mbilijora mengatakan segera mencari keluarga Agus Tai Andamai, tersangka pembunuhan Angeline.(OL/PO/N-1)