PUTRA Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan calon istri Selvi Ananda menjalani tradisi siraman, kemarin. Mandi ritual ini untuk membersihkan diri dan hati calon mempelai menjelang pelaksanaan akad nikah, hari ini.
Tradisi siraman itu dilakukan di kediaman masing-masing yang terletak di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Air yang digunakan untuk siraman Gibran dan Selvi ini berasal dari tujuh sumber. Yakni, Mloyokusuman, Masjid Agung Surakarta, Keraton Kasunanan Surakarta, Pura Mangkunegaran, Masjid Al Wustho, air zamzam, dan air sumur di rumah kedua mempelai.
Dari pantauan di kediaman Selvi di Jalan Kutai Utara, acara siraman diawali dengan pemasangan anyaman daun kelapa di muka rumah oleh ayah dan ibu Selvi, Didit Soeprijadi dan Sri Partini. Pemasangan bleketepe ini simbol akan menggelar hajat mantu. Setelah itu dilanjutkan dengan memasang tuwuhan berupa tumbuh-tumbuhan di depan pintu masuk rumah.
Siraman diawali dengan penyerahan air yang diambil dari tujuh sumber. Air itu dijadikan satu di dalam sebuah gentong. Ayah Selvi mengambil air satu gayung dan menuangkan ke sebuah bokor sebagai air siraman untuk calon mempelai pria. Air itu diantar tiga kerabat Selvi ke kediaman Gibran yang berjarak sekitar 400 meter.
Gibran melakukan prosesi siraman di kediamannya pada saat yang bersamaan. Untuk terakhir kali Presiden Jokowi menyuapi sang putra sebagai tanda harus mandiri setelah menikah.
Sebelum siraman, Selvi melakukan sungkeman kepada kedua orangtuanya untuk memohon doa restu. Setelah itu dia menuju tempat siraman.
Kucuran air pertama dilakukan ayah dan ibunya, dilanjutkan kemudian oleh para kerabat yang dituakan (pinisepuh). Prosesi siraman itu diakhiri dengan pengucuran air wudhu dari dalam kendi oleh Ayahnya. Setelah itu kendi kemudian dipecahkan.
"Pecah kendi ini diniatkan untuk memecahkan pamor calon manten (pengantin) putri sebagai wanita dewasa dan memancarkan sinar pesona," kata Connie Supriyanto juru hias yang memimpin siraman.
Prosesi siraman dipungkasi dengan ritual potong rambut calon pengantin wanita dan dodol dawet (jualan cendol). Uniknya, alat tukar yang digunakan untuk membeli bukanlah uang, melainkan kreweng atau tanah liat kering berbentuk pipih.
Seusai siraman, Selvi yang mengenakan kebaya didampingi kedua orangtuannya menyapa undangan. "Mohon doanya semoga upacara pernikahan saya dengan Mas Gibran besok (hari ini) berjalan lancar," kata Selvi.
Semalam dilangsungkan acara midodareni. Gibran bertandang ke rumah mempelai wanita untuk mendapat petuah dari calon mertua. Gibran juga memberikan seserahan dan menunjukkan dirinya pada orang tua Selvi, serta kesediaannya hadir saat akad nikah, hari ini. (WJ/FR/N-2)