Pemerintah Bantu 30 Pompa Air Atasi Kekeringan

MI
11/6/2015 00:00
Pemerintah Bantu 30 Pompa Air Atasi Kekeringan
(ANTARA)
SETIAP tahun, lahan pertanian seluas 198 ribu hektare di Indonesia mengalami kekeringan. Dari total luas lahan tersebut, 25 ribu hektare di antaranya mengalami gagal panen akibat kekeringan. Kementerian Pertanian melakukan antisipasi sedini mungkin.

"Saat ini memasuki musim kemarau, lahan pertanian di Indonesia berpotensi kekeringan. Perlu antisipasi sedini mungkin," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat berkunjung ke Desa Klitih, Kecamatan Guntur, Demak, Kabupaten Jawa Tengah, kemarin.

Bentuk antisipasinya melalui pembangunan waduk, bendungan, dan saluran irigasi. Pemerintah juga menggulirkan bantuan 30 unit pompa air untuk mengairi 96 kabupaten di Indonesia. "Selain normalisasi sistem pengairan, kita serahkan bantuan 30 pompa air seharga Rp20 juta per unit untuk membantu pengairan. Untuk Demak mendapatkan empat pompa air," kata Mentan.

Di Temanggung, petani di tiga kecamatan rawan keke-ringan, yakni Candiroto, Ngadirejo, dan Bejen, harus mempercepat tanam padi. Upaya itu untuk mengantisipasi potensi kekeringan tahun ini yang diprediksi akan berlangsung lebih panjang.

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, pada tahun ini musim kemarau berlangsung mulai Juni hingga Januari-Februari 2016. Adapun puncak musim kemarau pada September-Oktober.

Kekeringan juga memicu ancaman serangan hama tanaman. Ratusan hektare lahan tanaman padi di Kabupaten Klaten diserang hama wereng batang cokelat, hama penggerek batang, dan ulat.

Koordinator Pengamat Hama dan Penyakit Dinas Pertanian Klaten, Sunarno, memaparkan total luas serangan ketiga jenis hama itu mencapai 260 hektare.

Di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, kemarau menyebabkan 80% wilayah itu mengalami dampak kekeringan. Kabid Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya Kundang Sodikin meminta para petani menanam palawija selama musim kemarau karena tidak membutuhkan air cukup banyak. "Saat ini ada 351 desa di 39 kecamatan rawan kekeringan."

Sementara itu di Nusa Tenggara Timur, dinas pertanian dan perkebunan setempat membentuk desa mandiri benih yang akan menyuplai benih kepada petani setiap musim tanam.  (Tim/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya