UNTUK menghadapi arus mudik dan balik Lebaran, perbaikan jalan di wilayah pantura, selatan, dan jalur utara terus dilakukan. Perbaikan itu antara lain untuk memantapkan jalan dengan menggunakan satu pelapis untuk menutup lubang yang masih berada di wilayah tersebut.
Pekerjaan perbaikan pun dilaporkan telah dilakukan mulai dari arah Bandung, Nagreg, Malangbong, Tasikmalaya, dan Ciamis, Jabar.
Di wilayah itu, kini kondisi jalan sudah dalam keadaan baik dan ada beberapa pekerjaan yang masih dilakukan untuk peningkatan pelapisan jalan hingga ketebalan 3-4 cm.
"Untuk wilayah pantura, selatan, dan utara sekarang ini dalam kondisi baik dan pekerjaan itu akan dilakukan hingga H-30 dan siap dilakukan untuk arus mudik dan balik Lebaran nanti," ujar Dirjen Kasubdit Wilayah II A Ditjen Binamarga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Singgih Karyawan, kemarin.
Singgih meyakinkan bahwa arus mudik dan balik di jalur utara tahun ini tidak akan mengalami kemacetan seperti di Jomin dan Simpang Mutiara, karena dioperasikannya jalan tol Cikampek-Palimanan, Jawa Barat. Kepadatan lalu lintas di jalur tersebut dikatakan sudah terjadi pengurangan beban hingga 40%.
"Untuk jalur selatan dan utara sudah tersambung dengan adanya jalan tol Cikampek-Palimanan, dan diperkirakan memasuki arus mudik dan balik nanti tidak ada kemacetan di jalur selatan. Akan tetapi, perbaikan jalan nasional tersebut akan selesai sebelum bulan Ramadan nanti," katanya.
Pelebaran Di Jawa Timur, proyek pelebaran jalan juga terus dilakukan untuk menyambut Lebaran. Pelebaran dilakukan pada sisi kanan dan kiri bahu jalan yang juga jalur alternatif penghubung antara jalur pantura dan selatan, yakni jalur Arak-Arak. Jalur itu menghubungkan empat kabupaten, yaitu Bondowoso, Banyuwangi, Situbondo, dan Jember.
Pelaksana proyek pelebaran jalan, Beny, mengatakan pelebaran bahu jalan dilakukan sepanjang 50 meter pada jalur dengan bahu jalan yang sempit. Pelebaran juga difokuskan pada beberapa titik yang kerap macet.
Penambalan lubang jalan juga dilakukan di sepanjang jalur itu.
Di jalur Pejagan-Pemalang, pengerjaan sebanyak enam jembatan tol dilaporkan dikebut agar dapat dilewati saat arus mudik nanti. Langkah itu dilakukan untuk mengejar agar pada H-7 bisa dilalui kendaraan arus mudik meski untuk sementara.
Keenam jembatan terletak di tiga desa, yakni Desa Terlangu, Desa Sidamulya, dan di Desa Banjaranyar. Bahkan, pengerjaan keenam jembatan di Kecamatan Brebes tersebut dilembur siang dan malam hari.
Pengawas proyek pembuatan jembatan di Desa Banjaranyar, Suparjo, optimistis pengerjaan jembatan di Desa Banjaranyar bisa rampung dan bisa dilalui para pemudik sepekan menjelang Lebaran. Sementara itu, untuk proyek tol Pejagan-Pemalang sepanjang 47 km, pembangunan tahap pertama hingga kemarin dilaporkan telah sampai di wilayah Brebes Timur.
Saat ini, pengerjaan proyek itu baru mencapai 50%. Jika kelak dilewati arus mudik, yakni pada H-7 itu, kendaraan akan melewati badan jalan yang masih berupa tanah yang sedang dalam proses pengerasan. (JI/KH/X-7)