BULOG Subdivisi Indramayu, Jawa Barat, memastikan persediaan beras untuk Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri aman.
"Persediaan beras untuk bulan Ramadan hingga Idul Fitri di Kabupaten Indramayu aman," kata Kepala Subdivisi Indramayu Attar Rizal, kemarin.
Saat ini, stok yang ada di delapan gudang Bulog yang tersebar di Indramayu sudah mencapai 42 ribu ton. Jumlah itu mencukupi untuk 6 bulan.
Selain mengamankan persediaan beras, Bulog Subdivisi Indramayu, menurut Attar, juga melakukan pengiriman beras keluar daerah. "Beras dari Indramayu dikirim ke daerah lain, di antaranya ke Kabupaten Cianjur dan Ciamis," ujarnya. Karena sekalipun Cianjur termasuk daerah surplus beras, beras yang dihasilkan dari Kabupaten Cianjur biasanya beras kualitas premium, sehingga dibutuhkan beras dari daerah lain untuk memasok kebutuhan raskin.
Dari Kota Cirebon, dilaporkan, harga beras saat ini sudah mengalami kenaikan. "Sekitar 3 hari lalu saya beli beras, harga setiap karungnya sudah naik Rp5.000," kata Nunung, pemilik warung di daerah Cangkring.
Beras kualitas terendah dari harga sebelumnya Rp190 ribu/karung, kini naik menjadi Rp195 ribu/karung. "Itu pun berasnya jelek sekali, kehitaman. Seperti beras raskin," kata Nunung.
Beras medium dari harga sebelumnya Rp200 ribu/karung, kini naik menjadi Rp205 ribu/karung. Adapun beras kualitas 1 naik dari Rp235 ribu/karung menjadi Rp240 ribu hingga Rp250 ribu/karung.
Di sisi lain, tim verifikasi beras untuk rakyat miskin (raskin) Purbalingga, Jawa Tengah, menemukan kutu pada beras yang bakal didistribusikan kepada rumah tangga sasaran (RTS) itu. Tim menemukan beras tersebut setelah mendatangi Gudang Bulog di Purbalingga.
Anggota tim verifikasi yang juga Kepala Badan Penyuluh Pertanian dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Purbalingga Lily Purwati, kemarin, mengatakan pihaknya memang menemukan beras yang berkutu. "Kami minta Bulog melakukan fumigasi sebelum mendistribusikan, sehingga kutu mati dan raskin yang didistribusikan bebas dari kutu.
"Menurutnya, kadar beras yang patah dalam raskin tersebut juga cukup banyak. Selain itu, lanjut Lily, warnanya mulai menguning. "Kami meminta kepada Bulog agar mendistribusikan raskin yang bagus saja. Secara umum, persentase kerusakan di bawah 20%," ujarnya. (UL/LD/YK/N-2)