PEMERINTAH Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, merencanakan menggelar operasi pasar untuk membantu meringankan masyarakat menghadapi kenaikan harga bahan pokok jelang Ramadan dan Idul Fitri .
Operasi pasar tahap pertama dilakukan pada Senin (15/6), kemudian Kamis (2/7), dan tahap ketiga pada Selasa (14/7).
Kasubag Sarana Perekonomian, Bagian Perekonomian Pemkot Bandar Lampung, Blasius Siswanto didampingi Kabag Humas Pemkot, Paryanto, kemarin, menyatakan penentuan lokasi diserahkan ke camat. "Syaratnya, lokasi mudah dijangkau dan tidak mengganggu ketertiban umum," jelasnya.
Menurut Blasius, operasi pasar tahap pertama diadakan di Kecamatan Sukarame, di Jalan Bawean. Tahap kedua di Jalan Pulau Singkep, dan terakhir di lapangan voli Kelurahan Korpri Jaya.
Di Kecamatan Teluk Betung Barat, operasi pasar akan dilaksanakan di lapangan voli Kelurahan Negeri Olok Gading, Jalan Kesuma Yuda, dan Jalan Banten. Setelah itu, operasi pasar akan dilanjutkan di kecamatan lain.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bandar Lampung, Paika, mengatakan menggandeng seluruh ritel yang ada, seperti Indomaret, Alfamart, Bumiwaras, dan Sinarlaut.
"Beras premium dari harga Rp10.000 disubsidi Rp3 ribu. Subsidi dari Bulog sebesar Rp1.000, dan Bank Indonesia Rp2 ribu," kata Paika.
Pasar murah sembako juga digagas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Deperindag) Nusa Tenggara Timur (NTT). Operasi pasar akan digelar di Kota Kupang untuk menekan kenaikan harga jelang Ramadan.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag NTT, Kirenius Tallo, kemarin, mengatakan operasi pasar itu akan menjual minyak goreng, terigu, gula, kue, biskuit kaleng, dan mi instan.
Adapun kepolisian Kepulauan Bangka Belitung mengimbau pedagang tidak menimbun bahan pokok yang membuat masyarakat resah. Kapolda Babel Brigjen Gatot Subiyaktoro, kemarin, mengatakan pengawasan bahan pokok itu dilakukan untuk kepentingan masyarakat. (NV/PO/RF/JS/N-2)