Pasokan Bawang Merah Normal Lagi

MI/AHMAD YAKUB
10/6/2015 00:00
Pasokan Bawang Merah Normal Lagi
(ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)
SETELAH dua pekan harga bawang merah cukup tinggi, kini harganya mulai berangsur normal. Harga bawang merah di sejumlah daerah mulai turun. Seperti di sejumlah pasar tradisional Jawa Timur, harga bawang merah mulai turun hingga Rp18 ribu per kilogram. Harga turun setelah pasokan komoditas tersebut kembali normal di pasaran dalam beberapa hari terakhir.

Bawang merah di Pasar Induk Tuban sebelumnya dijual Rp33 ribu-Rp36 ribu per kg, kini menjadi Rp18 ribu per kg. "Pasokan bawang merah di pasar sudah normal," kata Munawaroh, pedagang bawang merah di Pasar Induk Tuban, kemarin.

Di Lamongan, harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional setempat juga terpantau turun sebesar Rp5.000 per kg. Sebelumnya bawang merah dijual Rp35 ribu per kg kini Rp30 ribu per kg.

Penurunan harga bawang merah juga terjadi di sejumlah pasar tradisional di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Berdasar pemantauan di Pasar Cikurubuk, Pancasila, dan Singaparna, harga bawang merah dari Rp35 ribu per kg menjadi Rp32 ribu kg. Namun, ada juga pedagang yang menjual dengan harga Rp30 ribu per kg.

Agar tidak terjadi lonjakan harga bawang merah, Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, menggenjot produksi bawang merah. Pada tahun ini, pemkab setempat sedang menanam 10 hektare bawang merah dengan memanfaatkan kebun dan pekarangan milik warga di Kora Lewoleba.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Lembata, Kanisius Tuaq mengatakan naik turunnya harga bawang karena selama ini sangat bergantung pada pasokan bawang dari Bima, Nusa Tenggara Barat.

"Naik turunnya harga bawang merah disebabkan tidak ada produksi komoditas itu di Lembata. Kami sedang mengembangkan bawang merah yang ditanam di lahan seluas 10 hektare di Kota Lewoleba. Sekarang kami sedang menanti panen. Adanya produksi di Lembata mampu menekan harga bawang di pasar," kata Tuaq.

Pada 2016, Pemkab Lembata akan mengembangkan tanaman bawang di atas lahan seluas 40 hektare. "Kegiatan ini dibiayai dari dana APBN mulai dari pengembangan lahan 10 hektare dan rencana 40 hektare pada 2016," tambahnya.

Harga ayam potong naik

Sebaliknya, harga ayam potong dan telur naik sejak tiga hari terakhir. Di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, harga ayam potong naik hingga 15%, dari Rp30 ribu per kg menjadi Rp35 ribu per kg. Sementara itu, telur ayam dari Rp1.500 per butir naik menjadi Rp1.600 per butir.

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Akhmad Diran meminta agar para pedagang tidak menaikkan harga kebutuhan pokok. "Saya melihat saat ini kebutuhan masyarakat semakin meningkat menjelang Ramadan. Jadi jangan dinaikkan, kasihan masyarakat," pinta Diran.

Di Tasikmalaya, Jawa Barat, harga ayam jantan menjelang munggahan (puasa), naik karena permintaan cukup banyak. Harga ayam jantan hidup dari Rp35 ribu per kg menjadi Rp45 ribu per kg. "Kalau telur ayam masih stabil harganya," kata Acep Moeslim, pemasok ayam dari Tasikmalaya.

Menjelang puasa, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur memastikan ketersediaan stok daging sapi di wilayahnya aman. Pasalnya populasi ternak sapi mencapai 1,1 juta ekor setiap tahunnya. Dari jumlah itu, sebanyak 850 ribu di antaranya siap dipotong.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Maskur mengatakan 850 ribu ekor sapi siap dipotong untuk dikonsumsi di wilayah Jawa Timur.

"Sisanya sebanyak 500 ribu sapi untuk dikonsumsi wilayah luar Jawa Timur. Jadi tidak ada masalah untuk ketersediaan konsumsi daging selama sebulan mendatang," kata Maskur saat menghadiri kontes ternak dan ekspo agrobisnis peternakan di Lamongan, kemarin. (AD/SS/PT/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya