Waduk Copong Beroperasi 2016

MI/KRISTIADI
10/6/2015 00:00
Waduk Copong Beroperasi 2016
(Antara/Dhedez Anggara)
WILAYAH irigasi Bendungan Copong di kawasan Kabupaten Garut, Jawa Barat, sudah dapat beroperasi Juli 2016. Bendungan itu diharapkan bisa meningkatkan produksi padi yang dapat menyumbang swasembada pangan nasional.

"Ini akan kita operasikan nanti 2016 kalau bendungnya sudah selesai, tinggal jaringan irigasinya," kata Menteri Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Mulyono saat kunjungannya di Pendopo Kabupaten Garut, Jabar, Senin (8/6).

Basuki menyebutkan pembangunan Bendungan Copong itu dianggarkan sebesar Rp380 miliar yang akan memberikan manfaat untuk areal pertanian seluas 5.300 hektare.

"Jaringan irigasi sebelah kiri itu ada dua ribu sekian hektare (pertanian), sebelah kanan 3.000 hektare, total lebih dari 5.000 hektare," katanya.

Ia berharap Bendungan Copong itu memberikan dampak untuk meningkatkan produksi padi yang dapat menyumbang swasembada pangan nasional.

Menurut dia, sawah seluas 5.300 hektare tersebut berfungsi optimal dua kali panen dalam setahun, sehingga akan menghasilkan gabah sebanyak 70 ribu ton dari perhitungan setiap 1 hektare menghasilkan 7 ton gabah.

"Sudah 70 ribuan ton gabah kering giling misalnya, itu bisa meningkatkan produksi beras kita," katanya.

Bendungan Copong Sungai Cimanuk itu memiliki saluran utama sepanjang 14,922 kilometer dan pembangunan saluran sekunder sepanjang 29,981 kilometer.

Bendungan itu disertai pembangunan 518 bangunan irigasi, rehabilitasi saluran utama sepanjang 2,962 kilometer, rehabilitasi saluran sekunder sepanjang 69,575 kilometer, dan rehabilitasi 176 bangunan irigasi.

Selain Copong, ada juga bendungan di Leuwikeris, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, yang masih dalam tahap peninjauan.

Basoeki menyebutkan proses pembebasan lahan bendungan itu sebanyak 600 hektare dilakukan tahun depan dan diperkirakan dana pembangunan fisiknya mencapai Rp1,6 triliun.

Di Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan merencana membangun dua embung pada tahun anggaran 2015. Diharapkan, kekeringan di sejumlah desa bisa dikurangi.

"Pembebasan lahan telah dilakukan untuk dua lokasi embung itu. Pada 2015 ini, akan dilaksanakan pengerjaannya," ungkap Kasubdin Pengairan Dinas Pengairan dan Pertambangan Kabupaten Pasuruan, Sukarseno, kemarin.

Terancam kekeringan
Di sisi lain, sedikitnya 5.200 hektare lahan sawah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terancam mengalami kekeringan bersamaan mulai masuknya musim kemarau saat ini. Jika tak segera ditangani terutama dalam pengaturan air, dipastikan luasan lahan tersebut bisa berisiko gagal panen.

"Dari sekitar 42 ribu hektare lahan sawah di Kabupaten Sukabumi, sebetulnya yang cenderung terancam kekeringan itu sekitar 15 ribu hektare. Namun, yang sudah dilaporkan mulai berpotensi kekeringan saat musim kemarau ini sekitar 5.200 hektare. Mayoritas berada di Jampang," kata Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Sukabumi Sudrajat, kemarin.

Di Jawa Tengah, bencana kekeringan pada musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang pada tahun ini berpotensi mengancam ketahanan pangan di Kabupaten Temanggung.

"Sebab banyak lahan pertanian di daerah ini yang terdampak kekeringan dan sebagian lahan merupakan tadah hujan," ungkap Kasi Penanganan Darurat dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Eko Suprapto, kemarin. Berdasarkan informasi dari BMKG, musim kemarau kali ini akan berlangsung hingga Februari 2016. Adapun puncak kemarau di kisaran September-Oktober 2015. (AB/BB/TS/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya