FESTIVAL Danau Sentani (FDS) yang akan digelar ke-8 kalinya mulai 19-23 Juni di Kabupaten Jayapura, Papua, ditargetkan mencapai kunjungan 1.000 wisatawan mancanegara dan 10 ribu wisatawan domestik. Sayangnya, keterbatasan akses dan minimnya infrastruktur masih jadi hambatan bagi calon wisatawan yang hendak pergi ke sana.
"Transportasi dan infrastruktur, ditambah lagi promosi, memang yang paling memengaruhi wisata di Papua. Ketiga hal itu membuat pertumbuhan wisata dan ekonomi di Papua itu melambat," papar Bupati Jayapura Matius Awoitauw di sela-sela peluncuran FDS di Jakarta, kemarin.
Itu sebabnya, Pemprov Papua terus membangun jaringan agar wisatawan semakin banyak ke Papua dengan melakukan berbagai kegiatan pada tiga pintu masuk utama Papua, yaitu Jayapura, Asmat, dan Wamena.
Menteri Pariwisata Arief Yahya me-ngakui masih ada keterbatasan akses. Karena itulah, Kementerian Pariwisata bersama Presiden Joko Widodo tengah menjalankan program agar ketersedia-an akses menuju semua kota di Papua dapat terealisasi. "Targetnya 2019. Jadi, nanti saat PON pada 2020 digelar di Papua, akses dan infrastruktur sudah memadai.
"Dari sisi transportasi, dia menjelaskan saat ini dari Jakarta baru ada 10 kali perjalanan dalam sehari ke Papua. Empat dari Garuda Indonesia dan masing-masing dua dari Lion Air, Batik Air, dan Sriwijaya Air. "Penerbangan kami usahakan terus bertambah," pungkas Arief.
FDS diisi dengan berbagai kegiatan, seperti pertunjukan tari daerah, ekspedisi danau, dan lomba kesenian dan permainan tradisional. Nantinya dalam FDS ditampilkan 26 kampung adat serta tokoh masyarakat adatnya.
Di sela seminar Tantangan dalam bisnis dan investasi pariwisata yang digelar Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila (UP) dan Himpunan Mahasiswa Pariwisata, Dekan Fakultas Pariwisata UP Devi Roza K Kausar menyatakan Kementerian Pariwisata mesti mempromosikan FDS kepada wisatawan mancanegara khususnya wisatawan negara-negara Eropa.
"Wisatawan Eropa biasanya menyukai wisata budaya sejenis Festival Danau Sentani. Karena itu, pemerintah harus mendorong promosi ke sana dan event itu perlu diperkuat dengan pameran ekowisata serta pelibatan masyarakat lokal agar berdampak positif bagi sektor ekonomi mereka," pungkas Devi, di Kemenpar, kemarin. (Pro/H-2)