MENGHADAPI lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang puasa dan Lebaran, dikhawatirkan akan terjadi penimbunan barang. Tujuannya agar harga semakin tidak stabil.
Untuk mengantisipasinya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Riau mengeluarkan ancaman akan memidanakan para penimbun barang kebutuhan pokok.
"Kalau para distributor kedapatan menimbun barang kebutuhan pokok, mereka akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku," kata Kepala Dinas Disperindag Riau M Firdaus, kemarin.
Saat ini Disperindag Riau telah membentuk tim gabungan yang bertugas melakukan sidak ke sejumlah pasar tradisional untuk memantau langsung gejolak harga kebutuhan pokok setiap hari.
"Kami juga memantau ketersediaan stok barang. Sejauh ini aman hingga akhir 2015," paparnya.
Di Jawa Barat, Gubernur Ahmad Heryawan (Aher) meninjau langsung harga sembako ke sejumlah pasar tradisional di Kota Bandung.
Dalam kunjungannya didampingi Kepala Disperindag Provinsi Jabar Ferry Sofwan, Aher menyatakan harga sembako tidak bergejolak.
"Hasil pemantauan hari ini, harga-harga masih relatif stabil. Stok pangan saya nilai tidak masalah. Bahkan Bulog menyatakan aman sampai lima bulan ke depan," jelas Aher seusai sidak di Pasar Sederhana, kemarin.
Dia menambahkan harga-harga di lapangan tidak terpengaruh oleh situasi meskipun harga beberapa kebutuhan pokok naik. Menurutnya, situasi itu disebabkan gejolak puasa. "Ini hanya gejolak puasa, tapi jangan khawatir produksi bawang dalam negeri mencukupi. Tinggal distribusinya yang harus merata," ungkapnya.
Seusai berkeliling di Pasar Sederhana, Aher menyempatkan diri berdialog dengan pedagang daging. "Saya berharap stabil terus harga dagingnya, bahkan sampai awal Lebaran mendatang," terang Aher sembari melayani pembeli di lapak daging milik Iyas di Pasar Sederhana Kota Bandung.
Untuk menghadapi gejolak harga, Pemerintah Kota Bandar Lampung menyiapkan operasi pasar jika harga sembako di wilayah itu masuk kategori kurang menguntungkan.
Wali Kota Lampung Herman HN mengatakan pihaknya menyiapkan operasi pasar serentak di seluruh kecamatan. "Ini salah satu strategi agar persoalan sembako bisa ditanggulangi. Harga naik menjelang Ramadan wajar, tapi yang saya khawatirkan ada pihak-pihak yang ambil keuntungan. Makanya perlu operasi pasar untuk mengendalikannya," ujar Herman.
Harga beras naik Melonjaknya harga kebutuhan pokok terjadi hampir di semua daerah. Kenaikan harga kebutuhan pokok cukup bervariasi. Seperti di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, harga komoditas telur, minyak, gula, daging ayam, dan kecap naik Rp1.000-Rp3.000 per kg.
Pantauan di sejumlah pasar tradisional, harga minyak goreng curah naik dari Rp10 ribu per kg menjadi Rp11 ribu per kg. Harga gula pasir naik dari Rp11.500 per kg menjadi Rp12.500 per kg. Harga telur ayam naik dari Rp19 ribu menjadi Rp20 ribu per kg.
Demikian juga di Kabupaten Banyumas, lonjakan harga kebutuhan pokok masih tinggi. Beras IR 64 kelas medium yang sebelumnya dijual Rp7.800 per kg kini naik menjadi Rp8.500 per kg. Harga beras medium diprediksi tidak akan turun dalam waktu dekat karena panen raya masih lama.
Naiknya harga beras telah diantisipasi Bulog Subdivre Banyumas dengan meningkatkan stok di gudang Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Cilacap hingga lima bulan mendatang. (EM/SB/NV/TS/LD/N-4)