SELAIN pantura Jawa, pemerintah membenahi jalan di jalur selatan. Ditargetkan pada arus mudik mendatang, jalur selatan dapat dilalui pemudik dengan nyaman. Perbaikan itu dimulai dari ruas Tol Cipularang, Jawa Barat, hingga jalan memasuki wilayah Jawa Tengah. Dari pantauan Media Indonesia, kemarin, perbaikan ruas Tol Cipularang di antaranya dilakukan di titik 91 sepanjang 300 meter jalur Bandung menuju Jakarta, tepatnya di wilayah Sukatani, Purwakarta. Perbaikan berupa membongkar jalan berlubang kemudian mengaspal ulang.
Untuk keperluan itu, petugas menutup satu jalur. Akibatnya arus kendaraan dari arah Bandung agak tersendat. Pengawas perbaikan jalan Tony Suharyadi mengatakan perbaikan memerlukan waktu karena material, khususnya aspal, yang didatangkan dari Ciganea harus memutar jauh untuk sampai lokasi. "Kami terkendala material yang harus memutar dulu hingga Padalarang sehingga pengerjaan ini menjadi terhambat," kata Tony. Biasanya, lanjutnya, pengaspalan sepanjang 300 meter dapat diselesaikan dalam waktu satu hari.
Selain di Km 91, titik perbaikan lainnya ada di Km 93. Tony mengatakan, sebelum musim mudik tiba, seluruh perbaikan jalur tol di Cipularang harus tuntas. Perbaikan jalan juga dilakukan pada ruas dari Nagreg, Ciamis, Banjar, hingga Pangandaran. "Hingga saat ini sudah sebagian jalan yang rampung diperbaiki. Diperkirakan, semua perbaikan jalan bakal rampung sebelum Idul Fitri," ujar Kepala Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah V Dinas Provinsi Jawa Barat, Agus Hendarto.
Agus mengungkapkan untuk pemeliharaan jalan provinsi sepanjang sekitar 300 kilometer dibutuhkan dana sekitar Rp5 miliar per tahun. "Kalau ingin umur jalan lebih lama, jangan dilalui kendaraan dengan berat 16 ton," ujarnya. olda Jawa Barat berharap, selain perbaikan jalan, dinas terkait perlu memperbaiki pula marka dan rambu lalu lintas di jalur selatan.
"Kami menilai sudah harus ada perbaikan atau penggantian marka dan rambu yang baru," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Sulistyo Pudjo. Dikerjakan siang-malam Dari Jawa Tengah dilaporkan, perbaikan jalan nasional di jalur tengah dan selatan yang melewati Banyumas dan Cilacap terus dikebut. Pekerjaan yang dilakukan tidak hanya penambalan jalan berlubang, tetapi juga perbaikan jembatan dan pembuatan talut jalan. "Kami optimistis, pada H-10 Lebaran, sudah tidak ada lubang dan jalan aman untuk para pemudik," ujar pejabat pembuat komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Ditjen Bina Marga wilayah Wangon-Purworejo Djoko Satrio.
Sementara itu, di Jawa Timur, proyek perbaikan jembatan Manyar, Gresik, untuk mudik Lebaran terus dikerjakan siang-malam. Akibatnya jalur pantura yang meng hubungkan Gresik-Surabaya macet total hingga 5 kilometer dari dua arah. "Pengerjaan dilakukan selama 24 jam. Kalau tidak begitu, target tidak terpenuhi," ujar Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim Dahlan di Surabaya. Selain itu, jalur yang diperkirakan akan macet di Jawa Timur pada musim mudik ialah di ruas Bojonegoro sampai ke pertiga an Pakak di Tuban sepanjang 30 km. Selain jalannya bergelombang, ada sejumlah penyempitan.