Perbaikan Jalur Pantura Dikebut

MI. Akhmad Safuan
08/6/2015 00:00
Perbaikan Jalur Pantura Dikebut
(MI/Akhmad Safuan)
PERBAIKAN jalan pantai utara (pantura) Pulau Jawa hingga saat ini masih menjadi proyek yang tidak pernah rampung. Ketergesaan perbaikan jalan menjadi ritme yang berulang setiap menjelang arus mudik Lebaran, juga pada tahun ini. Anggarannya pun terus membengkak. Berdasarkan data yang dihimpun di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dana tahun ini Rp1,41 triliun.

Tahun lalu Rp1,3 triliun. Berdasarkan pantauan Media Indonesia di sepanjang jalur pantura, dari Rembang hingga Jakarta, sebagian sudah tampak mulus, tetapi yang lain masih dalam tahap perbaikan. Umumnya, perbaikan yang dilalukan ialah pengaspalan ulang dan pembetonan. Perbaikan yang masih berlangsung, misalnya, terjadi di tiga titik di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, yakni di Pucangrejo, Karangsari, dan Jalan Arteri Lingkar Kaliwungu.

"Kita targetkan perbaikan ini selesai pada pertengahan Juni ini," kata pengawas proyek, Masrun. Perbaikan dengan target tuntas sebelum Puasa juga dilakukan pada ruas Losari-Brebes-Tegal. Jalur ini diperkirakan akan menampung langsung pemudik dari pintu keluar Tol anyar Cikampek-Pemalang. "Sebenarnya kondisi jalur itu masih relatif layak untuk dilalui, tetapi di beberapa titik lapisan aspal bergelombang," kata pejabat pembuat komitmen (PPK) jalan dan jembatan Bina Marga Losari-Brebes-Tegal Wahyu SW, kemarin.

Wahyu yakin jalur itu mulus pada H-30. Sementara itu, ruas jalan di wilayah Cirebon-Indramayu, Jawa Barat, yang sebelumnya banyak dikeluhkan karena bergelombang dan berlubang, kali ini tampak mulus. Titik-titik kemacetan, seperti Pasar Tegalgubuk, Indramayu, kini dipasangi pagar di bagian tengah sehingga mengurangi kesemrawutan karena banyaknya penyeberang jalan.

Namun, kemacetan diperkirakan masih akan terjadi di wilayah itu, terutama karena adanya perbaikan satu jembatan sisi di Desa Bugel, Patrol. Kendaraan yang datang, baik dari arah barat maupun timur, mungkin akan tersendat. Kemacetan lain bisa pula terjadi di Simpang Jomin, Cikopo, Purwakarta. Itu karena akan terjadi penumpukan jumlah kendaraan, baik dari arah Jakarta maupun Indramayu.

Sekitar 4 jam
Simpul-simpul kemacetan yang biasanya terjadi di Jawa Barat, mungkin akan berkurang jika Tol Cikapali-Pejagan-Pemalang (171,7 km) benar-benar dapat digunakan pada arus mudik tahun ini. Beban jalur pantura paling tidak akan berkurang minimal sampai 50%. Dengan dibukanya tol itu, pemudik dari Jakarta dan sekitarnya akan langsung ke Pemalang. Dengan demikian, mungkin simpul kemacetan pantura tahun ini akan berpindah ke Jawa Tengah.

Dalam keterangan persnya, Sabtu (6/6), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menegaskan Tol Cikampek-Pemalang bisa dipakai musim mudik tahun ini.
Menurut rencana, peresmian tol itu akan dilakukan pada 15 Juni ini. Menurut Basuki, jika selama ini pemudik melalui jalur pantura dari Cikampek menuju Pemalang memakan waktu 8-9 jam, dengan melewati tol baru itu hanya akan membutuhkan waktu 3-4 jam. Untuk mengantisipasi kemacetan di Jawa Tengah akibat penggunaan tol anyar itu, Kemenhub sudah menyiapkan sejumlah skenario. Di antaranya dengan memecah arus limpahan lalu lintas yang memadat di pintu keluar Pejagan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya