PEMERINTAH Daerah Karo menetapkan status tanggap darurat sejak kemarin pukul 13.00 WIB hingga 6 Juli 2015. Pemerintah daerah setempat kini memfokuskan diri untuk penanganan pengungsi serta kelangsungan sekolah anak-anak para pengungsi.
"Bupati mulai hari ini sudah menetapkan status tanggap darurat. Status ini dikeluarkan atas rekomendasi BNPB," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo Subur Tarigan, kemarin.
Jumlah pengungsi Sinabung sampai kemarin sudah mencapai angka 2.371 jiwa. Mereka ditampung di sejumlah lokasi pengungsian seperti di Gedung Gereja Katolik Kabanjahe, Gedung KNPI, Pendopo Rumah Dinas Bupati, dan sejumlah tempat lainnya.
Namun, sejumlah pengungsi mengeluhkan tidak maksimalnya fasilitas yang mereka terima seperti fasilitas mandi cuci dan kakus (MCK) yang ada di posko-posko penampungan para pengungsi.
Di Gedung KNPI Karo, misalnya, sejumlah pengungsi mengeluh WC tidak berfungsi dan air bersih tidak tersedia. "Air bersih hanya bergantung pada air pasokan yang datang dari pemerintah daerah," kata Ela, salah seorang pengungsi. Para pengungsi berharap pemerintah segera membenahi fasilitas MCK tersebut. Apalagi mereka belum mendapatkan informasi mengenai berapa lama mereka harus tinggal di pengungsian tersebut.
Seperti diketahui, ribuan warga yang bermukim di kaki Sinabung kembali dievakuasi pemerintah ke titik-titik pengungsian. BNPB juga menambah jarak aman dari Sinabung dari sebelumnya pada radius 5 kilometer menjadi 7 kilometer. Hal itu mengakibatkan jumlah desa yang harus dikosongkan bertambah dari jumlah sebelumnya.
"Data itu berdasarkan laporan dari Kepala Badan Geologi Surono. BNPB juga telah berkoordinasi dengan Pemkab Karo agar memerintahkan BPBD setempat dibantu TNI, Polri, dan unsur lain untuk mengantisipasi terkait dengan kenaikan status Gunung Sinabung," ucap Subur Tarigan. Dia bersama aparat terkait dengan penanganan erupsi Sinabung akan berkoordinasi agar warga bisa tetap nyaman dalam pengungsian. Untuk sementara, lokasi pengungsian memanfaatkan tempat yang selama ini dijadikan posko pengungsi.
"Selama aktivitas Sinabung masih tinggi, warga kami imbau tetap mengungsi. Mengenai rumah warga, petugas polisi dan TNI akan berjaga di pintu desa untuk memastikan keamanannya," kata dia.
Subur mengimbau masyarakat terdampak Sinabung untuk memakai masker bila keluar rumah. Selain itu, dia mengimbau untuk mengamankan sarana air bersih dari jatuhan abu vulkanis supaya tidak terkontaminasi oleh zat berbahaya yang terkandung dalam material vulkanis.
Terus meningkat Pada bagian lain, pertumbuhan kubah lava Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatra Utara, semakin meningkat pascastatusnya dinaikkan menjadi awas level 4. Potensi luncuran awan panas mencapai 7 kilometer ke arah selatan dan tenggara.
"Jika dibandingkan dengan dua hari lalu pertumbuhan kubah lava meningkat" ujar Deri, petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kemarin.
Dia menyebutkan saat ini kubah lava tercatat 3,08 juta meter kubik.
Selain itu, aktivitas vulkanis Gunung Sinabung masih tinggi. Tercatat pada Kamis (4/6), terjadi erupsi yang diikuti dengan kolom asap mencapai 500 meter. Adapun gempa tremor masih terus terjadi dengan skala 0,5 hingga 2 milimeter.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Karo telah mengungsikan sedikitnya 2.700 lebih warga dari empat desa yang berada di radius bahaya luncuran awan panas erupsi Gunung Sinabung. Ribuan pengungsi itu ditampung di empat titik pengungsian di Kota Kabanjahe.
Di Jakarta, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) akan mempersiapkan lahan relokasi bagi warga yang terkena bencana alam di wilayah-wilayah rawan bencana.
"Penyiapan lahannya kalau bisa yang lokasinya dekat dengan masyarakat bermukim," kata Menteri ATR/Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan dalam pembukaan satu lokakarya di Jakarta, kemarin. (YN)