PUSAT Vukanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG) menaikkan status Gunung Sinabung menjadi awas. Status itu membuat wilayah radius 7 km dari puncak harus steril. Terdata 492 warga dari dua desa diungsikan.
Status awas itu ditetapkan setelah peningkatan tajam aktivitas gunung yang berada di Kabupaten Tanah Karo, Sumatra Utara (Sumut). Penaikan status itu ditandai dengan volume luluhan kubah lava yang meningkat dua kali lipat, dari 1,5 juta kubik menjadi 3 juta kubik.
Kepala PVBMG, Edi Prasodjo, kemarin, mengatakan kondisi labil dan berpotensi terjadi guguran kubah yang diikuti awan panas guguran ke selatan dan tenggara. "Berdasarkan pengamatan dalam beberapa hari ini, terjadi peningkatan dan kemungkinan guguran lava ke selatan dan tenggara sejauh sekitar 3 km dari puncak kawah," ujar Edi kepada Media Indonesia, kemarin.
Peningkatan status Awas Gunung Sinabung itu telah dilaporkan Kepala Badan Geologi, Surono, kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif, pada Selasa (2/6) pukul 23.00 WIB.
"Atas rekomendasi terkait dengan peningkatan status awas tersebut, masyarakat yang bermukim dalam jarak/radius 7 km di selatan-tenggara (Pasarpinter Gurukinayan-Simpang Sibintun/Perjumaan Batukejan, Jembatan Lau Bunaken Tigapancur, Desa Tigapancur-Perjumaan Tigabogor, Desa Pintubesi) agar dievakuasi ke tempat yang aman," jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulis, kemarin.
Bila terjadi serangkaian awan panas guguran dan peningkatan ancaman bahaya yang lebih besar, akan dilakukan penutupan jalur jalan, yakni Jalan Raya Simpang-Gurukinayan-Simpang Sibitun-Jembatan Lau Bunaken Tigapancur-Ojolali-Tigapancur-Simpang Bagading, dan Perjumaan Tigabogor.
Warga di tujuh desa dan satu dusun direkomendasikan direlokasi, yaitu Desa Sukameriah, Desa Berkerah, Desa Simacem, Desa Gurukinayan, Desa Kotatonggsa, Desa Berastepu, Desa Gamber, dan Dusun Sibintun.
Aktivitas Sinabung terus fluktuatif sejak meletus pada 15 September 2013 hingga sekarang. Status awas pernah diberlakukan dari 23 November 2013 sampai 8 April 2014. Setelah itu, status turun menjadi siaga.
Belum dapat diperkirakan kapan erupsi Gunung Sinabung akan berhenti. Fenomena serupa pernah terjadi pada Gunung Unzen di Jepang yang erupsinya berlangsung selama 5 tahun setelah 200 tahun tidak erupsi.
Mengungsi Di bagian lain, warga dua desa, yakni Desa Tigapancur dan Desa Tigabesi, yang bermukim pada desa-desa berjarak 7 km dari puncak Sinabung, sejak kemarin pagi mulai mengungsi. Terdata 492 warga mengungsi, sesuai dengan rekomendasi dari BNPB pascapeningkatan status Sinabung menjadi awas. Lokasi pengungsian yakni di wilayah Kabanjahe.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, Subur Tarigan, yang dihubungi Media Indonesia, kemarin, mengatakan mereka yang diungsikan tersebut belum diketahui sampai kapan dikembalikan ke kampung halaman mereka. "Yang pasti, jika sudah normal, kita kembalikan ke desa mereka," ujar Subur
Menurutnya, informasi mengenai evakuasi yang akan dilakukan oleh pemerintah sudah sampai kepada para warga termasuk yang sedang bekerja di ladang-ladang mereka. "Sudah kami beri tahu mengenai rencana evakuasi tersebut," katanya.
Jajaran Pemerintah Kabupaten Karo, sejak kemarin pagi, langsung merespons rekomendasi dari BNPB. Pihak BPBD langsung menggelar rapat bersama dengan pihak TNI dan Polri, BPBD, PMI dan para relawan. "Ini kita sedang mengevakuasi warga," kata Subur Tarigan. (PS/N-2)