MENJELANG Ramadan, harga sejumlah kebutuhan pokok di daerah-daerah terus naik. Harga cabai merah dan bawang merah naik cukup signifikan. Di Palu, Sulawesi Tengah, harga bawang merah belum juga turun. Sejumlah pedagang di Pasar Inpres Manonda menyebutkan harga bawang merah dari Rp20 ribu, kini menjadi Rp45 ribu per kilogram.
"Biasalah terjadi penaikan harga kalau sudah mendekati puasa. Apalagi stok bawang merah saat ini kurang. Jadi wajar kalau harganya dinaikkan," kata Nurmin, pedagang bawang merah di Pasar Inpres Manonda.
Ia memprediksi harga bawang merah akan bergerak naik ke harga lebih tinggi. Di Balikpapan, Kalimantan Timur, harga bawang merah dan cabai merah naik rata-rata 10% hingga 20%.
Harga bawang merah dari semula Rp32 ribu naik menjadi Rp38 ribu per kg. Adapun harga cabai merah dari Rp50 ribu menjadi Rp60 ribu per kg. "Kebutuhan pokok yang harganya naik ialah cabai merah dan bawang merah. Permintaan tinggi hingga 200%, sementara pasokan kosong," kata Sumainah, pedagang di Pasar Baru Balikpapan, kemarin.
Beben, pedagang telur ayam di Pasar Pancasila, Tasikmalaya, Jawa Barat, menyebutkan pasokan telur ayam masih stabil setiap harinya, tapi harganya naik. "Sekarang ini harga telur ayam dari Rp17 ribu per kg pada minggu lalu, naik menjadi Rp19.500 per kg. Kalau di warung-warung, harga telur dijual sekitar Rp21 ribu hingga Rp22 ribu per kg," ujar Beben.
"Harga semua jenis sayuran naik. Harga bayam dari Rp5.000 naik menjadi Rp10 ribu per kg. Harga sayuran naik karena persediaan di grosir sayuran berkurang" kata Ika, pedagang sayuran di Pasar Tos 300 Jodoh.
Belum stabilnya harga kebutuhan pokok membuat Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengimbau agar masyarakat tidak memborong sembako. Dia menjamin pemprov akan menyediakan bahan pangan secara memadai.
"Mudah-mudahan tidak ada lonjakan kenaikan harga. Stok sembako di Jawa Barat ada dan sangat mencukupi," kata Ahmad Heryawan.
Ia pun akan mengaktifkan Tim Pengendali Inflasi Daerah untuk menekan kenaikan harga sembako. Tim tersebut akan disebar ke-27 kabupaten/kota di Jawa Barat.
"Tentu inflasi itu kan wajah formalnya kenaikan harga, makanya kita mengaktifkan TPID dengan cara memantau. Ketika ada gejolak harga di sebuah daerah, kita telusuri apa penyebabnya," tegas dia. (SY/TB/AD/HK/SB/N-4)