CUACA buruk melanda Samudra Hindia di wilayah Jawa Tengah selatan hingga DI Yogyakarta akibat gelombang tinggi yang mencapai 5 meter.
Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Cilacap memperingatkan pengguna jasa kelautan untuk waspada.
"Gelombang tinggi sudah terjadi mulai Selasa (2/6) dan diperkirakan masih akan berlangsung hingga Minggu (7/6). Gelombang di samudra mencapai 5 meter, di pantai 2,5 meter hingga 3 meter," ungkap pengamat cuaca Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Rendi Krisnawan.
Ketinggian gelombang dipengaruhi oleh kencangnya angin yang bertiup dari timur dan tenggara dengan kecepatan 10-30 knot. "Ketinggian gelombang hingga 5 meter sangat membahayakan seluruh jenis kapal, terutama tongkang dan perahu nelayan," jelasnya.
Di Kupang, Nusa Tenggara Timur, PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry menutup sementara operasional kapal mulai kemarin, menyusul tinggi gelombang di perairan mencapai 2-4 meter. Selain itu, kecepatan angin 5-20 knot per jam sangat berbahaya bagi armada pelayaran termasuk kapal nelayan.
"Kami menghentikan Sabu-Kupang karena tinggi gelombang di Laut Sawu 3,5 meter," kata Kepala PT ASDP Indonesia Fery Cabang Kupang Arnoldus Yansen.
Laporan BMKG menyebutkan gelombang tinggi terjadi di hampir seluruh wilayah perairan NTT kecuali Selat Flores yang hanya mencapai 1,5 meter. (LD/PO/N-3)