DETASEMEN Polisi Militer IV/4 Surakarta masih memeriksa intensif lima prajurit Group II Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, yang merupakan tersangka pelaku pengeroyokan anggota TNI-AU. Sejak Minggu (31/5), kelimanya langsung ditahan.
"Setelah menerima pelimpahan kasus dari Polres Sukoharjo, kami langsung membentuk tim penyidik. Kami langsung mengusut dan menahan lima anggota Kopassus," papar Komandan Denpom IV/4 Surakarta Letkol CPM Witono, kemarin.
Selain kelima tersangka, pemeriksaan dilakukan terhadap 17 saksi yang terdiri atas anggota TNI-AU serta karyawan Karaoke Bima. Kelima prajurit Kopassus yang ditangkap terdiri atas satu bintara dan empat prajurit.
Kasus pengeroyokan yang terjadi di Karaoke Bima, Solo Baru, itu menyebabkan Serma Zulkifli tewas dan Pelda Teguh Prasetyo, Sertu Avel Nuvakto, serta Letda Sus Wahyu Jatmiko menderita luka.
Dari Yogyakarta, kondisi Letda Sus Wahyu Jatmiko yang dirawat di RSPAU Dr S Hardjolukito mulai membaik. "Saat dibawa ke rumah sakit, dia mengalami pusing, muntah, dan menderita cedera di bagian kepala. Kini, kondisinya sudah stabil dan sudah berada di ruang perawatan umum," papar Mayor Wartono, Kepala Humas RSPAU Dr S Hardjolukito.
Pengamat militer Susaningtyas Kertopati mengapresiasi langkah yang sudah dilakukan Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI Doni Monardo, yang bertindak cepat dan tepat. Selain minta maaf, sang danjen juga menyantuni keluarga korban, membantu biaya pengobatan, dan biaya sekolah anak korban.
"Danjen Kopassus sangat terbuka sehingga kasus ini cepat bisa ditangani oleh Denpom Surakarta. Langkah yang dia lakukan patut diapresiasi," tambahnya.
Susaningtyas menambahkan, keterbukaan Doni sudah terlihat saat ia dilantik sebagai Danjen Kopassus. Dia menekankan anggotanya untuk menjaga silaturahmi, dengan menerapkan 3 S, yakni senyum, sapa, dan salam, dan meninggalkan 3 M, yang berarti melotot, marah, dan memukul.
Kejadian di Surakarta itu juga disayangkan anggota Komisi I DPR Sukamta. "Peristiwa seperti ini terus berulang. Doktrin TNI Tri Dharma Eka Karma harus terus disosialisasikan dan ditanamkan dalam jiwa setiap prajurit TNI."
Doktrin tersebut, katanya, mempunyai spirit persatuan antara tiga matra, yaitu TNI-AD, TNI-AU, dan TNI-AL. "Dengan doktrin itu, harusnya konflik tidak terjadi," tandas Sukamta. (WJ/AT/Nov/N-3)