Lonjakan Harga Bahan Pokok Berlanjut

MI
03/6/2015 00:00
Lonjakan Harga Bahan Pokok Berlanjut
(Antara/Nova Wahyudi)
HARGA bahan pokok di hampir seluruh pasar tradisional di Solo Raya, Jawa Tengah, terus merangkak naik seiring dengan bulan puasa yang makin dekat.

"Yang stabil ialah cabai rawit. Namun yang lain, da-ging sapi, daging ayam, telur, dan juga bawang merah naik semua. Harga gula pasir juga naik," ujar Sutanto, pedagang kelontong di Pasar Legi, Surakarta, kemarin.

Harga daging yang pada pertengahan Mei masih Rp85 ribu, kini merangkak menjadi Rp95 ribu. Harga daging di Solo Raya (Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar, dan Boyolali) berkisar Rp90 ribu hingga Rp95 ribu.

"Di Pasar Legi, masih ada pedagang yang menjual da-ging sapi Rp90 ribu. Namun banyak juga yang menjual Rp95 ribu, dengan alasan dagingnya segar dan bagus," ujar Sukamti, salah satu pemilik kios daging.

Kenaikan juga terjadi untuk gula pasir. Harga yang semula Rp9.500 per kg, kini menjadi Rp12.500 per kg. Harga telur ayam kini dibanderol Rp20 ribu per kg, naik dari Rp18 ribu.

Pantauan di Pasar Induk Kota Wonogiri, harga daging ayam menyentuh Rp30 ribu per kg dari Rp26 ribu per kg. Harga bawang merah naik menjadi Rp34 ribu per kg, dari Rp18 ribu pada 15 hari lalu.

Di Brebes, Jateng, harga daging ayam sudah harus ditebus Rp32 ribu per kg. Harga itu naik dari Rp20 ribu per kg pada pertengahan Mei lalu.

Kenaikan harga pada kisaran wajar terpantau di wilayah Temanggung, Jateng. "Kenaikan harga diperkirakan 2%-4%," ungkap Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kabupaten Temanggung, Rony Nurhastuti, kemarin. Operasi pasar bakal digelar jika kenaikan harga mencapai 25%.

Tren kenaikan harga kebutuhan pokok terpantau di Makassar, Sulawesi Selatan. Di Pasar Pa'baeng-baeng, Makassar, harga beras kualitas biasa dari Rp6.900 per liter naik menjadi Rp7.300 per liter, gula pasir dari Rp12 ribu naik menjadi Rp14 ribu per kg, minyak goreng curah dari Rp8.700 menjadi Rp10 ribu per liter, ayam potong dari Rp21 ribu menjadi Rp25 ribu per potong.

Antisipasi menghadapi lonjakan harga bahan pokok dilakukan Pemprov Jawa Timur. Operasi pasar akan digelar untuk membantu ongkos angkut bahan pokok sehingga harga bisa ditekan. "Sejumlah langkah telah disiapkan," kata Kepala Seksi Bina Pasar dan Distribusi Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jawa Timur, M Hamid. (WJ/JI/TS/FL/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya