Ribuan Orang Hadapi Krisis Air Bersih

MI
03/6/2015 00:00
Ribuan Orang Hadapi Krisis Air Bersih
(MI)
SEBANYAK 33 desa di tujuh kecamatan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, berpotensi dilanda kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Dampaknya, sekitar 80 ribu penduduk di daerah rawan kekeringan akan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Ke-33 desa yang terancam kekering-an itu tersebar di Kecamatan Kemalang, Manisrenggo, Tulung, Jatinom, Karangnongko, Bayat, dan Cawas.

Dalam menghadapi kemarau tahun ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten mendapat alokasi anggaran penanggulangan bencana kekeringan sebesar Rp200 juta. Kepala Pelaksana BPBD Klaten Sri Winoto mengatakan alokasi anggaran tersebut turun dari tahun lalu yang mencapai Rp500 juta.

"Memang dana penanggulangan bencana kekeringan sekarang turun jika dibandingkan dengan tahun lalu. Rencananya uang itu untuk bantuan air bersih ke daerah rawan kekering-an," jelasnya, kemarin.

Apabila tidak mencukupi, dana yang dialokasikan untuk bencana kekeringan itu bisa dimanfaatkan sebagai dana siap pakai.

Krisis air bersih juga melanda hampir seluruh kelurahan di Kota Larantuka, Ibu Kota Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga setempat terpaksa harus membeli air bersih yang dijual keliling. Kesulitan air bersih itu terjadi setelah adanya kemacetan pada jaringan air bersih milik PDAM di kabupaten tersebut sejak setahun lalu. Selain itu, debit dua sumber air yang menyuplai kebutuhan air di Kota Larantuka terus menurun. Sejak September tahun lalu, debit air di kedua sumber itu menurun hingga 62 liter per detik dari tahun sebelumnya 100 liter per detik.

Warga terpaksa harus membeli air bersih dengan harga Rp10 ribu per drum plastik. Pantauan Media Indonesia di Kelurahan Puken Tobi Wangi Bao, Kecamatan Larantuka, puluhan mobil pikap menjajakan air bersih berkeliling kota. Setiap satu mobil mengangkut delapan drum berisi air bersih.

Gregorius Doren, penjual air bersih asal Oka, mengungkapkan sudah satu tahun ia berjualan air bersih yang diambil dari sumur bor di wilayahnya. "Dalam satu hari saya bisa mendapat uang Rp320 ribu. Saya sanggup melayani air bersih ke rumah warga sebanyak empat kali," ujarnya. (JS/PT/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya