KOMANDAN Jenderal Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat Mayjen Doni Monardo mengakui pengeroyokan yang menyebabkan seorang anggota TNI-AU tewas dan tiga lainnya luka-luka melibatkan anak buahnya. Ia menyerahkan pengusutan kasus ini ke Detasemen Pom IV/Surakarta, Jawa Tengah.
"Kami berbelasungkawa dan meminta maaf kepada keluarga korban. Kami akan bertanggung jawab menanggung biaya pengobatan korban sampai sembuh, dan memberi santunan kepada keluarga yang ditinggalkan," kata Doni di Jakarta, kemarin.
Ia mengaku masih menelusuri jumlah anggotanya yang terlibat. Namun, lima prajurit sudah diserahkan ke Denpom IV/Surakarta untuk diperiksa.
"Ke depan akan kami lakukan evaluasi. Harapan rakyat Indonesia peristiwa seperti ini tidak terulang," tandasnya.
Pengeroyokan keempat anggota TNI-AU itu terjadi di Karaoke Bima, kawasan Solo Baru, Minggu (31/5). Korban tewas ialah Serma Zulkifli, asal Ciracas, Jakarta. Tiga prajurit yang terluka terdiri dari Pelda Teguh Prasetyo, asal Madiun, Sertu Avel Nuvakto, Magetan, dan Letda Sus Wahyu Jatmiko, asal Jakarta.
Sampai kemarin, kondisi Teguh dikabarkan masih kritis dan dirawat di RSP AU Hardjolukito, Yogyakarta. Dua korban lain menjalani rawat jalan di Sukoharjo.
Semula kasus itu ditangani Polres Sukoharjo. Namun, karena dari rekaman CCTV terungkap adanya keterlibatan anggota TNI, kasus itu diserahkan ke Denpom IV/Surakarta.
"Jumlah pelaku diduga ada belasan orang. Kami serahkan kasus ini ke Pom TNI-AU dan Denpom IV," papar Kapolres Sukoharjo Ajun Komisaris Besar Andi Rifai.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Media Indonesia, kamera CCTV yang terpasang di Karaoke Bima merekam beberapa adegan saat pengeroyokan terjadi di tempat parkir. Kasus itu berawal dari adu mulut di dalam ruang karaoke lalu berlanjut di luar ruangan.
Puncaknya terjadi pengeroyokan di area parkir. Keempat korban mengalami luka lebam parah di muka. Sesaat setelah kejadian, mereka dilarikan ke RS dr Oen.
"Peristiwa ini tidak mencerminkan perilaku anggota TNI sejati. Seharusnya anggota TNI dapat menjaga kekondusifan keamanan wilayah, bukan mengganggunya," ungkap Komandan Kodim 0726/Sukoharjo, Letkol (Inf) Riyanto.
Kepala Penerangan dan Perpustakaan Lanud Adi Soemarmo Kapten Sus Rindar Noor Arifianto menyatakan keempat korban ialah alumnus Sekolah Bintara TNI-AU angkatan ke-96 Lanud Adi Soemarmo. Mereka tengah menggelar reuni di Surakarta. (WJ/Ant/N-3)