Ponpes Siap Tampung Pengungsi Rohingya

MI/(AD/Pra/AFP/N-4)
31/5/2015 00:00
Ponpes Siap Tampung Pengungsi Rohingya
(ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
DINAS Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, masih berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Barat terkait dengan rencana penampungan para pengungsi Rohingya di sejumlah pesantren di wilayah itu. "Insya Allah nanti ada arahan terkait dengan penanganan para pengungsi Rohingya dari pemprov. Ini menyangkut bukan hanya antarindividu, kelompok, ataupun daerah, tapi lintas negara," ujar Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Tasikmalaya Muhammad Zein, kemarin.

Menurut Zein, pihaknya akan berkoordinasi dengan provinsi dengan menjalankan tugas sesuai tupoksi, yakni mengatur masalah kemiskinan dan ketelantaran selama itu dibenarkan dalam aturan yang ada. "Masalah ketelantaran ini bukan hanya di Kabupaten Tasikmalaya, ini terkait lintas negara dan perlu adanya pembahasan secara komprehensif," ujarnya. Sementara itu, puluhan pesantren di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya menyatakan kesiapan menampung para pengungsi Rohingya dari Myanmar, termasuk anak-anak yatim piatu yang berjumlah 230 orang.

Adapun pesantren yang siap menampung di antaranya Miftahul Huda Al Husna, Cipasung, dan Al Hasan. Pemimpin Pesantren Miftahul Huda Al Husna, Habib Muslim, mengatakan pihaknya pada tahap awal menampung 20 anak yatim piatu. "Kami hanya menampung 20 anak yatim piatu karena fasilitas yang ada hanya sedikit," kata Habib. Kemudian Pondok Pesantren Cipasung akan melakukan koordinasi dengan alumni Cipasung untuk berbagi tugas menampung anak-anak yatim piatu tersebut.

Pemimpin Pondok Pesantren Cipasung, Acep Adang Ruhiyat, mengatakan ponpesnya siap menampung pengungsi karena ada kaitannya tolong-menolong sesama muslim. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pemkab setempat. Pada bagian lain, pemerintah Myanmar menangkap seorang warga negara Thailand di Yangon, Myanmar, kemarin. Dia diduga pemilik perahu yang membawa 200 imigran yang sebelumnya ditangkap pasukan Angkatan Laut (AL) Myanmar. Itu merupakan awal penyelamatan yang dilakukan AL Myanmar sejak negara tersebut berada di bawah tekanan terkait dengan eksodus muslim Rohingya.

The Global New Light, salah satu media Myanmar, mengungkapkan pemilik perahu tersebut bernama Naingnutpatunsantun, 53. "Dia berasal dari Provinsi Ranong, Thailand. Dia mengenal banyak pelaku perdagangan manusia di Bangladesh dan telah memperdagangkan mereka (imigran) ke Thailand dan Malaysia," kata laporan tersebut.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya