Daerah Didorong Bangun Gas Kota

MI/IQBAL MUSYAFFA
31/5/2015 00:00
Daerah Didorong Bangun Gas Kota
(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
PEMERINTAH akhirnya mulai mengebut penerapan program pemipaan gas. Seusai penetapan Surabaya sebagai kota percontohan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana memanggil pemerintah daerah/kota untuk merealisasikan program energi baru dan terbarukan tersebut. Hal tersebut ditegaskan Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi ESDM Rida Mulyana. "Dalam waktu dekat ini akan mengundang kota-kota besar lainnya untuk melakukan pertemuan di Surabaya guna membahas penggunaan energi baru terbarukan," ujar dia saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Menurut Rida, tidak seluruh pemda atau pemkot memiliki kemauan yang sama untuk menerapkan program tersebut. Terlebih, penerapan proyek pengalihan energi fosil itu membutuhkan infrastruktur yang besar. Kendati begitu, kata dia, setiap kota perlu didorong untuk menerapkan program gas kota. Pertimbangannya ialah penggantian penggunaan energi fosil dengan energi terbarukan, dan menghemat keberadaan energi fosil yang kian hari kian berkurang.

Selain itu, harga energi di pasar kian mahal. Contohnya ialah harga elpiji 12 kilogram yang naik dari Rp134 ribu menjadi Rp142 ribu per tabung. "Minimal ibu kota provinsi khususnya dari kawasan Indonesia Barat (berkomitmen). Kami memanggil pemda dan pemkot untuk memastikan kesiapan sumber daya fi nansial dan sumber daya manusia," tutur Rida. Ia menyebutkan akan mendorong penerapan energi bersih seperti penggunaan gas sebagai bahan bakar bus kota.

Surabaya
Tepat pada Jumat (29/5), pemerintah menetapkan Surabaya, Jawa Timur, sebagai kota percontohan dalam penerapan energi baru dan terbarukan. Pilot project dilakukan melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dari biomassa atau sampah, pembangunan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG), dan jaringan gas kota (jargas). Menteri ESDM Sudirman Said menyebutkan pekerjaan itu bakal dilakukan dalam dua tahun ke depan. Sebagai tahap awal, Surabaya mulai membangun SPBG yang terletak di Ngagel.

Pembangunan SPBG tersebut dilakukan PT Perusahaan Gas Negara. SPBG Ngagel tersebut berkapasitas 0,5-1 MMSCFD atau 15 ribu hingga 30 ribu liter setara premium per hari. Harga gas per liter setara premium dibanderol Rp4.500. "Surabaya telah memiliki satu unit SPBG dan telah mengalirkan gas kota ke 800 ribu rumah tangga," ujar Sudirman. Tidak hanya itu, PT Pelindo III juga membuka SPBG di Pelabuhan Teluk Lamong yang diresmikan Presiden Jokowi belum lama ini. Semua truk yang masuk harus mengganti bahan bakar mereka ke SPBG bila masuk ke lingkungan pelabuhan tersebut. Di samping itu, pemkot akan membangun PLTU dari biomassa yang berbahan baku sampah 10 ribu ton per hari. Pembangkit listrik yang direncanakan rampung tahun ini berkapasitas 10 megawatt.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya