Mempertahankan Predikat Lumbung Padi Nasional

Eriez M Rizal
28/5/2015 00:00
Mempertahankan Predikat Lumbung Padi Nasional
(ANTARA/Dedhez Anggara)
Sebutan Provinsi Jawa Barat sebagai miniatur Indonesia sangatlah tepat. Hal ini karena sumber daya alam di Jawa Barat sangat berlimpah ruah. Tidak terkecuali di bidang pertanian, Provinsi Jawa Barat pernah menjadi provinsi terbesar dalam surplus padi di tahun 2010, 2012, dan 2013.

Di era pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bahkan bertekad kembali menjadikan Jabar sebagai lumbung padi nasional. "Program swasembada pangan yang digagas pemerintahan Jokowi diapresiasi oleh Gubernur Jabar yang siap menyukseskan program swasembada pangan di Indonesia,” jelas Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat Diden Trisnadi.

Dengan kondisi musim ta­nam di Jabar, selama tiga musim masa panen dalam satu tahunnya, Dinas Pertanian dan Tanaman Provinsi Jawa Barat melakukan berbagai terobosan agar angka surplus padi nasional bisa tercapai.

"Setiap tahunnya di Jabar ada tiga musim masa panen: Januari-April, Mei-Agustus, dan September-Desember. Daerah di pantura Jabar seperti Karawang, Subang, dan Indramayu menjadi prioritas kami meski untuk Indramayu pada musim panen kedua dan ketiga selalu terkendala pasokan air ke lahan persawahan,” jelasnya.

Khusus untuk daerah Indramayu yang menjadi sentra produksi padi terbesar, dari 114 ribu hektare lahan, di musim panen pertama Januari-April yang bisa dipanen sekitar 104 ribu hektare, periode Mei-Agustus 85 ribu hektare, serta September-Desember 27 ribu hektare.

"Apabila di Indramayu stabil setiap musimnya di angka 104 ribu hektare lahan yang bisa dipanen, Jabar bisa kembali menjadi lumbung padi nasional. Jika Waduk Jatigede sudah dioperasikan, kendala peng­airan di  wilayah Indramayu yang menjadi sentra padi bisa teratasi,” paparnya.

Faktor yang mendukung lainnya, yakni harus dilakukan pembangunan irigasi sekunder dan primer di wilayah pantura. Kondisinya memprihatinkan karena terjadi pendangkalan.

Dari segi pemeliharaan tanam­an padi, Indramayu sudah menjadi percontohan. Bahkan hama penyakit yang terjadi dalam satu kali musim tanam terkontrol dengan baik.

Selalu surplus
Keinginan Jabar untuk menjadi lumbung beras nasional sudah dilakukan dengan selalu surplus beras. Data statistik surplus padi di Jabar, yakni tahun 2010 11,7 juta ton gabah kering giling, tahun 2012 turun menjadi 11,27 juta ton, 2013 menyentuh 12,8 juta ton, dan 2014 mencapai 11,6 juta ton (angka perkiraan).

"Untuk tahun 2014 menurun karena 96 ribu hektare terkena dan terdampak banjir. Data tahun 2014 baru akan dirilis 1 Juli 2015 mendatang,” jelas Diden Trisnadi.

Pada tahun 2015, Jabar menargetkan sekitar 11,9 juta ton gabah kering giling. Sesuai keinginan Gubernur Jabar yang menginginkan Jabar menjadi provinsi swasembada pangan.

Seperti diketahui, data Kementerian Pertanian menyebutkan produksi pada 2014 secara nasional terdapat 69,8 juta ton gabah kering giling. Jika dikonversikan, akan menjadi 40 juta ton beras. Konsumsi beras nasional berada di 28 juta ton per tahun.

"Keinginan surplus kita lakukan dengan berbagai upaya, termasuk memberikan bantuan-bantuan kepada para petani. Bahkan bantuan seperti traktor yang dicanangkan pemerintah pusat sudah dilaksanakan Provinsi Jabar sejak 2011 lalu,” terangnya.

Untuk traktor dari Pemprov Jabar sekitar 4.000 unit sudah disebar sejak 2011, ditambah program pusat sekitar 300 traktor, lalu alat combain padi (memanen padi) 20 unit pada 2014.

"Untuk traktor, baik pemprov maupun pusat masih berjalan, untuk alat combain padi 2016 dialokasikan mencapai 315 unit,” ujarnya.

Dari data BPS untuk indeks angka keberhasilan panen bisa tercapai di Jabar, yakni 2,15 dan ini menjadi indeks tertinggi di Indonesia.

"Di daerah lain sekitar 1,5 hingga 1,85. Produktivitas hasil sawah dan ladang hanya 5,1,” pungkas Diden. (N-2)

eriez@mediaindonesia.com



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya