UNTUK mengurangi impor bawang merah, pemerintah akan memperluas lahan bawang di sentrasentra produksi di Indonesia. Saat ini Indonesia masih mengimpor bawang merah sekitar 30 ribu100 ribu ton per tahunnya. "Kita akan tambah luasan 3.0004.000 hektare. Jika sebelumnya hanya produksi 10 ton bisa jadi 40 ribu ton," kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Makassar, Sulawesi Selatan, kemarin.
Amran mengusulkan anggaran untuk peningkatan tanam bawang merah pada 2015 sesuai APBNPerubahan ditambah Rp20 miliar dari alokasi Rp300 miliar.
Untuk tahap awal, akan dibuka 8001.000 hektare lahan bawang merah baru di Bima. Lokasi baru ini bisa menjadi sentra produksi bawang merah terbesar kedua setelah Pulau Jawa.
Selain bawang, perluasan lahan juga diperuntukkan bagi tanaman padi, jagung, kedelai, dan cabai. Untuk sementara, baru ada 26 kabupaten yang mendapat dana perluasan sektor pertanian.
"Bagi mereka yang tidak mencapai target, anggarannya akan dicabut dan dialihkan ke kabupaten lain. Dan, bagi mereka yang mencapai target, akan ditambah 20%," pungkas Amran.
Pada bagian lain Badan Ketahanan Pangan Jawa Timur mengusulkan Bulog dapat membeli gabah beras petani sesuai dengan harga survei, yang dilakukan Badan Pusat Statistik.
"Kita usulkan ini karena belum optimalnya serapan gabah dan beras oleh Perum Bulog hingga akhir Mei ini. Apalagi dipicu harga di tingkat petani yang sudah di atas harga patokan pemerintah (HPP)," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Jatim, Tutut Herawati di Surabaya.
Adapun, di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, para petani yang bersiap menanam padi mulai resah karena stok pupuk di tingkat distributor kosong.
Stok pupuk yang dipasok pada April lalu sebesar 20 ton sudah habis dibeli petani. Adapun, stok pupuk pada Mei ini belum juga dipasok ke Lembata.
Egen Rada, petani setempat mengaku telah membayar untuk 58 ton pupuk, tetapi PT Pertani selaku distributor hanya memasok 20 ton. (LN/FL/RS/ST/PT/N4)