Tak Lulus UN Bisa Masuk di PTN

Bagus Suryo
26/5/2015 00:00
Tak Lulus UN Bisa Masuk di PTN
(MI/ SUMARYANTO)
UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM), Universitas Brawijaya (Unibraw), dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyatakan tetap menerima mahasiswa baru yang lulus seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) meski mereka tidak lulus ujian nasional (UN).

Namun, para calon mahasiswa tersebut tetap harus memenuhi persyaratan lulus ujian sekolah dengan bukti ijazah.

Hal itu dikemukakan Wakil Rektor 1 Unibraw Kusmartono dan Rektor UNY Rochmat Wahab serta Kepala Biro Humas UGM Wijayanti kepada Media Indonesia, pada kesempatan terpisah.

Wakil Rektor 1 Unibraw Kusmartono menjelaskan pihaknya akan menerima siswa yang lulus SNMPTN walau tidak lulus UN dengan syarat lulus ujian sekolah.

''Siswa yang tidak lulus sekolah tidak bisa diterima atau tidak bisa mendaftar di Universitas Brawijaya,'' tegasnya.

Dasar pertimbangan, jelasnya, ialah kebijakan pemerintah menjadikan hasil UN sebagai salah satu pertimbangan untuk pemetaan mutu pendidikan secara nasional.

Ia menjelaskan, pada tahun ajaran 2015/2016, Unibraw menerima 5.955 mahasiswa baru dari 61.443 pendaftar melalui SNMPTN. Jumlah mahasiswa baru itu terbanyak ketiga setelah UGM dan Universitas Padjadjaran.

Hal senada diungkapkan Rektor UNY Rochmat Wahab. Ia mengutarakan hasil UN jangan sampai membebani siswa untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

''UN kan tidak jadi syarat kelulusan, jadi apa salah kalau mereka enggak serius ngerjain UN? Harusnya dari awal sudah ada ketegasan, UN mau disyaratkan juga atau enggak,'' ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (20/5).

Karena itu, tegasnya, tanpa mempertimbangkan hasil UN, siswa yang diterima lewat SNMPTN dipastikan menjadi mahasiswa UNY. ''Dengan catatan, itu tergantung sekolah meluluskan. Kalau lulus, kami tidak akan mempersulit dia (siswa) hanya karena nilai UN,'' ungkapnya.

Menurut dia, kebijakan tersebut diambil dengan pertimbangan aspek psikologis siswa. ''Jangan hanya karena harapannya bisa masuk perguruan tinggi negeri terhalang oleh nilai UN lalu nekat bunuh diri.''

Ke depan, Rochmat berharap posisi UN harus jelas. Artinya, bukan lagi sebatas jadi bahan pertimbangan, tapi sebagai bahan kelulusan. ''Memang ada sisi negatif positifnya, tapi harus jelas.''

Dua persepsi
Kepala Biro Humas UGM pun menegaskan siswa diterima di UGM lewat SNMPTN tetap diterima walau tidak lulus UN.

Menurut dia, kebijakan tersebut sesuai dengan kebijakan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi tentang nilai UN tidak memengaruhi kelulusan siswa di sekolah.

Ia menjelaskan sebenarnya dengan kebijakan pemerintah tersebut bisa dipersepsikan dua kemungkinan. Pertama, jika ketentuan itu tetap dijalankan, pihaknya tetap menerima sepanjang yang bersangkutan memiliki ijazah SMA/MA/SMAK.

Kedua, siswa yang tidak lulus UN tetap diterima di UGM, tetapi baru bisa enroll (masuk UGM) tahun depan setelah dinyatakan lulus UN dan memiliki ijazah. ''Kalau tidak lulus sekolah, tidak punya ijazah, ya, tidak diterima kuliah.''(Put/AT/H-1)




Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya