Harga Kebutuhan Pokok Terus Berfluktuasi

MI
24/5/2015 00:00
Harga Kebutuhan Pokok Terus Berfluktuasi
(MI/DJOKO SARDJONO)
HARGA kebutuhan pokok menjelang Ramadan di pasar-pasar tradisional sejumlah daerah cenderung naik terus. Di Klaten, Jawa Tengah, kenaikan harga bawang merah dikeluhkan para pembeli.

Harga bawang merah di Pasar Klaten dari Rp30 ribu per kg menjadi Rp35 ribu per kg. Sayem, 65, pedagang bawang merah, menyebutkan melonjaknya harga bawang merah disebabkan pasokan di pasar menipis.

"Naiknya harga bawang merah sejak tiga hari lalu," ujar Sayem, kemarin.

Selain bawang merah, harga bawang putih ikut merangkak naik. Harga bawang putih dari Rp18 ribu per kg menjadi Rp20 ribu per kg. Demikian juga harga cabai rawit semula Rp15 ribu per kg menjadi Rp20 ribu per kg. Kemudian harga telur dari Rp18 ribu per kg menjadi Rp20 ribu dan harga daging ayam dari Rp27 ribu per kg menjadi Rp28 ribu per kg.

Harga cabai rawit di Pasar Pembangunan Pangkalpinang kini Rp50 ribu per kg, cabai merah Rp46 ribu per kg, bawang merah Rp48 ribu per kg, dan telur ayam Rp18 ribu per kg.

Di Kota Ambon, Maluku, harga gula pasir dan bawang merah masih relatif tinggi. Harga gula pasir di Pasar Nusaniwe dan Pasar Mardika Ambon Rp14 ribu per kg atau naik Rp2.000 dari harga sebelumnya Rp12 ribu per kg. Untuk bawang merah dari Rp36 ribu per kg menjadi Rp38 ribu per kg.

Selain bumbu dapur, harga beras ikut meroket. Namun, Bulog menyatakan siap mengendalikan harga beras melalui operasi pasar karena cadangan beras masih cukup. Sebagian dari cadangan beras yang disimpan Bulog digunakan untuk operasi pasar di sejumlah daerah seperti Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Jambi, Kalimantan Barat, dan Banten.

Fluktuasi harga kebutuhan pangan itu, menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran Ina Primiana, akibat lemahnya pemerintah mengawasi pasokan.

"Seharusnya tidak perlu naik karena pemerintah seharusnya sudah dapat memprediksi kebutuhan menjelang Lebaran dan bagaimana pemenuhannya serta solusinya terhadap gangguan terhadap pasokan," ujarnya kepada Media Indonesia, kemarin. Ina menambahkan, apabila pengawasan pasokan kuat, penimbunan dan lonjakan harga tidak akan terjadi.(JS/RF/PT/Ire/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya