PROVINSI Jawa Tengah meraih juara umum Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2015 dengan memperoleh 24 emas, 26 perak, dan 34 perunggu yang berlangsung di Yogyakarta, 18-23 Mei. Prestasi yang ditorehkan Jawa Tengah menjadikan provinsi tersebut terbanyak menyabet juara umum, yaitu 9 kali.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan mengucapkan selamat kepada para pemenang. "Semua ini tidak hanya peran anak dan guru, tetapi yang penting juga orangtua. Tanpa orangtua yang mendorong, tidak ada emas, perak, perunggu," kata Anies di sela-sela penutupan OSN, di Gedung Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, kemarin.
Anies mengatakan OSN bukan hanya ajang kompetisi untuk memenangi medali, tetapi bagian dari pembelajaran untuk menjadi tangguh, teguh, dan ulet. OSN bukan garis finis, melainkan garis start untuk berjuang meraih beragam peluang ke depan.
Pada kesempatan itu Ahmad Jazidi, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menambahkan, peraih emas akan mendapat beasiswa sampai jenjang pendidikan S-3, peraih perak meraih beasiswa sampai S-2, dan peraih perunggu akan meraih beasiswa jenjang S-1. Untuk beasiswa S-1 harus di dalam negeri, sedangkan S-2 dan S-3 bisa di luar negeri. "OSN 2016 akan diselenggarakan di Palembang dan pada 2017 di Pekanbaru," terang dia.
Prestasi yang diraih Jawa Tengah ini di-sambut gembira Sekretaris Dinas Pendidikan Jateng, Kartono, yang ikut mendampingi kontingen. Ia pun mengucapkan rasa syukur atas kemenangan yang diraih timnya. Menurut dia, semua berkat kerja keras bersama. "Alhamdulillah kita bisa merebut kembali juara umum. Ini juara umum yang kesembilan," ujarnya. Pada OSN 2014, juara umum direbut oleh kontingen dari DKI Jakarta.
Dia pun berharap pada OSN berikutnya tim Jawa Tengah mampu mempertahankan prestasi. Tuan rumah Daerah Istimewa Yog-yakarya meraih 3 medali perunggu. Dalam OSN ini juga dilombakan kompetisi bidang matematika, IPA, dan teknologi informasi untuk anak-anak difabel. Total peserta OSN 2015 untuk kategori inklusif ini sebanyak 155 orang dari 33 provinsi. (AT/N-4)