BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mendata 81 kepala keluarga (KK) berada di zona merah bencana di lereng Gunung Lawu.
"Lokasi tanah gerak yang memicu bencana longsor dan juga tanah ambles, tentu menjadi pekerjaan luar biasa bagi BPBD Karanganyar. Kami terus bekerja dan bekerja, agar masyarakat lebih paham dan meningkatkan kewaspadaannya terhadap bencana yang sewaktu-waktu muncul. Apalagi, hujan masih sering terjadi pada musim yang mestinya sudah masuk kemarau ini," ungkap Kepala BPBD Karanganyar Nugroho, kemarin.
Keluarga yang berdiam di zona merah itu tersebar di tiga desa, di tiga kecamatan.
Ketiga daerah itu ialah Ganoman, Desa Koripan, Kecamatan Matesih, kemudian Kalongan, Desa Gerdu, kecamatan Karangpandan, dan Sipelem, Desa Balong, Kecamatan Jenawi.
Sebaran penduduk ialah di Gerdu, Karangpandan, terdapat 28 KK.
Kemudian Koripan, Matesih mengancam 47 KK, sedangkan di Sipelem ada 6 KK.
Menurut Nugroho, di Sipelem kondisi sangat berbahaya, karena berada di bawah tebing tinggi dan curam, sedangkan yang membutuhkan solusi cepat, yakni Desa Koripan, seiring jembatan penghubung yang menjadi satu-satunya akses evakuasi sudah terkena dampak pergerakan tanah.
Di bagian lain, pencarian tiga korban yang hilang pada bencana longsor di Kampung Cibitung, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, difokuskan pada tiga titik lokasi.
"Pencarian dilakukan terus, termasuk meminta bantuan orang pintar. ada tiga titik yang ditandai untuk fokus pencarian," kata salah satu petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Iwan S, di lokasi longsor Pangalengan, kemarin.
Tiga lokasi tersebut cukup berjauhan dari satu titik ke titik lain.
Penggalian menggunakan alat berat berupa beko dan juga secara manual yang dilakukan relawan, personel Polri dan TNI, dan warga setempat.