KAPOLRI Badrodin Haiti mendatangi Kantor Polsek Limun, di Kabupaten Sarolangun, Jambi, kemarin. Kantor ini dirusak dan dibakar massa, Sabtu (25/4).
"Polri sudah membentuk tim investigasi untuk mengusut kasus pembakaran kantor dan penembakan yang dilakukan anggota Polsek Limun. Mereka akan bekerja satu minggu dan diharapkan sudah bisa melaporkan hasil kerjanya terkait fakta pelanggaran hukum yang terjadi," kata Badrodin sesaat setelah mendarat di Bandara Sultan Thaha, Jambi.
Pembakaran dan perusakan dilakukan sejumlah warga, setelah anggota Polsek Limun menembak Edward yang diduga bandar narkoba, hingga tewas, satu hari sebelumnya. Mereka ialah keluarga dan tetangga Edward yang berasal dari Desa Pulau Aro, Kecamatan Pelawan.
Lebih jauh, Kapolri mengatakan kendati bangunan Polsek Limun habis terbakar, kegiatan pelayanan masyarakat tetap berjalan, dengan menumpang di kantor kelurahan setempat. "Rehabilitasi kerusakan bangunan Polsek Limun akan dibantu penuh oleh Pemerintahan Kabupaten Sarolangun. Bukan dibangun baru, tapi Bupati Sarolangun akan membantu merehabilitasi."
Di sisi lain, Kapolda Jambi Brigjen Bambang Sudarisman mengakui, pembakaran itu terjadi akibat tidak adanya perwakilan dari kepolisian yang datang menyatakan bela sungkawa ke rumah duka. "Ini membuat masyarakat menjadi antipati terhadap polisi, sehingga pembakaran kantor polsek pun terjadi." Untuk mengusut kasus ini, Polda Jambi memeriksa 50 warga dan tiga polisi. "Selama warga diperiksa, kami menjamin keselamatan mereka," kata kapolda. (SL/N-3)