Media Group Gelar Operasi Celah Bibir

MI
29/4/2015 00:00
Media Group Gelar Operasi Celah Bibir
(MI/HENDRA MAKMUR)
DOMPET Kemanusiaan Media Group menggelar operasi celah bibir dan langit-langit untuk 44 anak di Kota Pariaman, Sumatra Barat, dan Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Senin (27/4). Dari jumlah itu, 33 anak dioperasi di Rumah Sakit Aisyiyah, Kota Pariaman, dan 11 lainnya di Ende.

Media Group menggandeng Surabaya Cleft Lip and Palate (CLP) Center dan Smile Train yang menurunkan para dokter ahli bedah plastik dan anestesi. Ketua Yayasan Dompet Kemanusiaan Media Group, Ali Sadikin, mengatakan bakti sosial tersebut bisa digelar atas sumbangan pembaca Media Indonesia dan pemirsa Metro TV.

"Kami ingin menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang membantu masyarakat yang membutuhkan. Aksi sosial itu merupakan lanjutan dari operasi sejenis yang pernah digelar di Ambon, Mataram, Baubau, Jakarta, dan Surabaya," katanya.

Menurut Ali, selain di Pariaman, pada saat yang sama, operasi celah bibir juga dilakukan di Kabupaten Ende, Flores, NTT. "Aksi sosial seperti ini masih akan terus kita lakukan untuk membantu masyarakat yang kesulitan dalam hal biaya," ujarnya.

Wakil Gubernur Sumatra Barat Muslim Kasim saat meninjau aksi sosial di RS Aisyiyah, Kota Pariaman, memberikan apresiasi besar. "Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Sumatra Barat, kami mengucapkan terima kasih atas aksi ini. Operasi ini sangat membantu masyarakat," katanya.

Operasi celah bibir itu, menurut Muslim, dapat mengembalikan percaya diri pada anak sehingga tak perlu malu ke sekolah.

Lobredia Zarasade, salah satu dokter spesialis bedah plastik yang membantu operasi di Kota Pariaman, mengatakan celah bibir pada bayi sejak lahir biasanya terjadi pada 20 minggu pertama kehamilan, yaitu saat proses pembentukan wajah janin. "Penyebabnya bisa faktor keturunan, kekurangan vitamin dan asam folat, kena radiasi, dan infeksi. Untuk menghindari risiko tersebut, ibu perlu menjaga kesehatan selama hamil," katanya.

Biasanya, menurut Lobredia, selain pada bibir, ketidaksempurnaan itu bisa terjadi pada gusi dan langit-langit. "Untuk memperbaikinya memang dengan jalan operasi," katanya.

Ia menyarankan agar operasi dilakukan saat anak berumur di bawah dua tahun, sebelum belajar berbicara. "Perbaikan sejak usia dini ini agar saat anak belajar bicara tidak sengau. Dalam beberapa kasus, ada yang dioperasi yang dilakukan setelah remaja sehingga sulit untuk menghilangkan bicara sengau mereka," ujarnya.

CLP Center yang didirikan pada 2000 sudah mengoperasi sekitar 4.500 pasien penderita celah bibir dan langit-langit. "Di Surabaya, kami bekerja sama dengan rumah sakit. Kami melakukan dua hingga tiga kali operasi setiap hari. Untuk yang jauh, kita bekerja sama dengan lembaga lain. Tahun ini kami bekerja sama dengan Media Group," katanya. (HR/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya