Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH warga di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, memasang stiker memasang pamflet menolak tamu lebaran. Stiker yang terpasang di pintu rumah dan pagar itu berbunyi permintaan maaf pemilik rumah tidak menerima tamu untuk silaturahmi selama masa pandemi Covid-19.
Di Kelurahan Parteker, Kecamatan Kota, Pamekasan, hampir seluruh rumah memasang pamflet tersebut. Begitu pula di sejumlah kelurahan lainnya.
Baca juga: New Normal, Gubernur Sumsel Minta Tetap Patuhi Protokol Kesehatan
Pengurus RT 04 RW II, Kelurahan Parteker, Fahrur Rosi, mengatakan pemasangan pamflet tersebut murni inisatif warga dan tidak dikoordinir pengurus RT maupun pihak kelurahan.
"Awalnya hanya beberapa rumah yang memasang dan diikuti rumah lainnya," katanya, Rabu (27/5).
Lebaran tahun ini di Kecamatan Kota, kata dia, berlangsung sepi. Setelah salat Id di masjid, warga hanya diam di rumah masing-masing. Hanya terlihat beberapa anak yang bermain di gang kelurahan.
Ia mengakui, ada beberapa warga dari luar yang datang untuk bersilaturrahmi dengan warganya. Namun, tuan rumah hanya menemui di halaman rumah dan menjelaskan bahwa mereka tidak menerima tamu, untuk sementara waktu.
"Tidak ada masalah, dan mereka memahami kondisi ini. Apalagi sejak malam lebaran, mereka sudah menyampaikan hal itu melalui pesan singkat di ponsel masing-masing," jelas Rozi.
Di Desa Tentenan Timur, Kecamatan Larangan, warga memasang spanduk berisi ucapan selamat berlebaran dan permintaan maaf karena tidak menerima tamu lebaran.
Kepala Desa setempat, Ahmad Farid, mengatakan yang dilakukan warganya itu merupakan bagian dari penerapan physical distancing untuk mencegah penularan Covid-19 di desanya.
"Memang tidak semua warga kami melakukannya. Tapi, sebagian besar warga di desa ini mencukupkan silaturahmi melalui pesan singkat di ponsel," katanya. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved