KALIMANTAN Timur akan mendatangkan transmigran sekitar 40 ribu orang dalam waktu lima tahun hingga 10 tahun ke depan.
"Sudah ada kerja sama dengan semua gubernur di Jawa, termasuk Bali, Sulawesi Selatan, dan pihak swasta. Nantinya, mereka diharapkan dapat membantu mengembangkan sektor pertanian arti luas yang akan dikembangkan di Kaltim," ujar Gubernur Awang Faroek saat pelantikan dan pengukuhan Pengurus KTNA Kaltim 2015-2016, di Samarinda, kemarin.
Warga transmigran yang didatangkan akan mendukung pengembangan perkebunan kelapa sawit. Pengembangan tersebut akan dilakukan di sepanjang tepi jalan perbatasan yang dibangun pemerintah. Nantinya, masyarakat akan dilibatkan dalam 20% program plasma yang termasuk dalam pengembangan usaha perkebunan kelapa sawit tersebut.
"Dengan demikian, masyarakat bisa langsung punya minimal 2 hektare sampai 3 hektare lahan untuk dikembangkan," ujarnya.
Awang menjelaskan pencanangan program transmigrasi secara besar-besaran tersebut dilakukan untuk mengatur arus migrasi penduduk ke Kaltim yang selama ini tidak terkendali. (SY/N-2)