JAJARAN Polair Polda Jawa Barat masih melakukan pencarian nelayan yang hilang di perairan Indramayu. Hingga kini 10 nelayan dinyatakan hilang. Kasatpol Air Polres Indramayu, AKP I Nyoman Oka menjelaskan dua kapal nelayan yang hilang di perairan Indramayu ialah KM Terima Kasih 3 dan KM Sri Juwana.
"KM Terima Kasih 3 tenggelam di perairan Eretan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu pada Jumat (24/4) sekitar pukul 23.30 WIB," kata Nyoman, kemarin.
Adapun, KM Sri Juwana tenggelam di perairan Dadap, Kecamatan Juntinyuat, pada Sabtu (25/4) sekitar pukul 20.30. "Dari dua kapal tersebut total ada 10 nelayan yang hilang, dan hingga kini masih dalam pencarian," jelasnya.
Dia memaparkan KM Terima Kasih 3, saat melaut, mengangkut 10 nelayan. Dari jumlah itu, enam orang hilang. Adapun, KM Sri Juwana mengangkut enam orang nelayan. Dari jumlah tersebut dua nelayan dapat ditemukan, namun empat nelayan masih dalam tahap pencarian.
Cuaca ekstrem juga menyebabkan banyaknya kapal tenggelam dan hilangnya nelayan. Kasus serupa juga terjadi di perairan Maluku. Perahu nelayan yang mengangkut tiga nelayan tenggelam di perairan antara Pulau Buru dan Pulau Manipa, Maluku, pada Minggu (26/4).
Di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, kapal ikan Lancar Jaya asal Kabupaten Batang tenggelam di perairan Karimunjawa pada Minggu (26/4). Satu anak buah kapal hilang, dan lima orang lainnya dilarikan ke RSUD Dr R Soetrasno Rembang.
Di Surabaya, Jawa Timur, tiga ABK KM Maulana 5 yang tenggelam di perairan Jakarta-Jawa Tengah berhasil diselamatkan kapal dagang milik CV Ocean Global Shipping. Ketiga nelayan tersebut langsung dibawa ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya setelah dijemput tim syahbandar setempat.
Pun di Bandar Lampung, KMP Mutiara Persada yang bertolak dari dermaga III Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak, Banten, kandas di jalur keluar perairan pulau, Minggu (26/4) sekitar pukul 22.00.
Cuaca ekstrem yang melanda Selat Sunda menyebabkan KMP Mutiara Persada terkatung-katung selama 14 jam di lautan.
Cuaca buruk yang memicu gelombang tinggi lima meter di perairan Bengkulu menyebabkan ratusan nelayan di wilayah itu berhenti melaut selama dua hari. (UL/HJ/AS/MY/FL/NV/N-4)