Inilah Pasar Kaget Ramadan Berstandar Protokol Kesehatan Covid-19

Antara
23/4/2020 17:43
Inilah Pasar Kaget Ramadan Berstandar Protokol Kesehatan Covid-19
Pasar kaget Ramadan.(Antara)

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan menyediakan kawasan pasar kaget Ramadan berstandar protokol kesehatan Covid-19, guna mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus korona selama bulan suci itu.

"Masyarakat yang ingin berjualan bisa menggunakan stand di kawasan pasar kaget Ramadhan," kata Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan di Pangkalpinang, Kamis (23/4).

Ia mengatakan pembangunan kawasan pasar kaget Ramadan ini, karena selama bulan Ramadh\an banyak bermunculan pedagang beraneka makanan berbuka puasa di sepanjang jalan protokol, pasar tradisional dan tempat-tempat keramaian lainnya yang tidak sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

"Pasar kaget Ramadan ini akan kita tata dengan menyediakan stand yang telah diatur jarak satu sama lain sesuai protokol Covid-19," ujarnya.

Menurut dia dengan adanya pasar kaget Ramadan berstandar Covid-19 ini, maka pedagang dilarang mendirikan stand di luar kawasan tersebut, untuk mencegah penyebaran virus korona ini.

"Kita akan segera menyampaikan hal ini kepada bupati dan wali kota untuk mengatur dan menyediakan pasar kaget sesuai protokol Covid-19. Jangan sampai terjadi penumpukan massa yang akan memicu penambahan pasien positif virus korona ini," katanya.

Ia menambahkan saat ini jumlah pasien Covid-19 di Bangka Belitung terus bertambah menjadi sembilan orang. Satu pasien positif virus corona ini meninggal dunia dan satu orang pasien dalam pengawasan juga meninggal dunia.

"Kita harus mengurai betul konsentrasi di pasar kaget ini. Jarak harus betul-betul dijaga sesuai protokol Covid-19," katanya.

Ia mengimbau masyarakat mematuhi aturan yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu, menjaga kebersihan tubuh, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, tidak keluar rumah kalau tidak terlalu mendesak, menghindari dari kerumunan massa, serta mematuhi petunjuk protokol Covid -19.

"Saat ini kasus virus corona ini terus bertambah, namun demikian masyarakat jangan cemas, tetapi tetap berhati hati, jangan diremehkan karena akibat meremekan, aturan tidak dihiraukan. Apabila ada warga terjangkit virus jangan menyalahkan pemerintah, mengapa kita memakai masker, mengapa kita menjaga jarak, tak lain dan tak bukan untuk memutuskan mata rantai Covid -19," katanya. (OL-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Retno Hemawati
Berita Lainnya