ANOMALI cuaca yang menyebabkan wilayah Jawa diguyur hujan deras membuat permukaan tiga wilayah hilir Sungai Bengawan Solo di Jawa Timur meningkat secara signifikan.
Kondisi tersebut membuat Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan berstatus siaga dua banjir.
Derasnya kiriman air dari hulu sungai yang dipicu curah hujan tinggi dan merata membuat warga yang tinggal di sepanjang bantaran Bengawan Solo harus waspada.
Data dari Kantor Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Sumberdaya Air (PSDA) wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro menyebutkan permukaan Sungai Bengawan Solo mengalami peningkatan sejak Jumat (24/4) dini hari.
Ketinggian air di pos pantau Karangnongko, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, sebelumnya pada posisi 25,35 peilschaal dari permukaan air laut (dpl) naik menjadi 27,08 peilschaal dpl.
Sementara itu, untuk Kecamatan Bojonegoro, pada pos pantau Kelurahan Ledok Wetan juga terlihat debit air naik lagi dari 10,70 peilschaal dpl menjadi 14,02 peilschaal dpl.
"Saat ini Bojonegoro berstatus siaga dua banjir," kata Kepala Seksi Operasional PSDA wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, Mucharom, kemarin.
Status siaga dua juga ditetapkan BPBD Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, seiring dibukanya pintu air Waduk Gajah Mungkur. Darurat bencana Wilayah lain di Jawa Timur yang terancam bencana ialah Kabupaten Pacitan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan menetapkan daerahnya kini dalam status darurat bencana.
Alasan darurat bencana menurut Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Tri Mudjiharto dalam sepekan ini Pacitan dikepung banjir, longsor, dan tanah ambles.
Di Klaten, Jawa Tengah, meluapnya Sungai Bloro menyebab-kan beberapa wilayah, antara lain Pedan, Karangdowo, dan Juwiring, tergenang banjir setinggi 40-50 cm pada Jumat (24/4) malam, tapi mulai surut pada keesokannya.
Sementara itu, banjir bandang yang melanda sejumlah kampung di Kota Surakarta tiga hari lalu menyisakan lumpur tebal.
Masyarakat dibantu relawan mulai bekerja bakti membersihkan sisa-sisa lumpur.
Banjir juga melanda Demak dan Kudus.
Tanggul Cabean di Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, jebol di tiga titik menyebabkan sekitar 150 ha sawah di Desa Te-logoweru terendam air 1 m.
Tingginya curah hujan di wilayah Jawa disebabkan masih ada suplai uap air untuk menimbulkan hujan.
Kabid Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Kukuh Rubidiyanto mengatakan suhu permukaan di Laut Jawa, Laut Banda, hingga selatan Nusa Tenggara Barat masih panas.
"Sehingga masih bisa menyuplai uap air untuk awan hujan," jelas Kukuh.
Kukuh menambahkan transisi tiupan angin sedang terjadi.
Seharusnya untuk musim kemarau, angin bertiup dari timur. Namun, hingga saat ini angin masih bertiup dari tenggara.
"Untuk tiga hari mendatang masih ada potensi hujan deras di Bogor, Tangerang, Jawa Barat, Jawa Tengah bagian utara dan NTB. Angin puting beliung dan hujan es berpotensi terjadi di wilayah Indonesia," kata Kukuh. (ST/WJ/JS/AS/Try/N-4)