Pemkab Lembata Umumkan 1 Warganya Positif Covid-19

Alexander P.Taum
14/4/2020 13:05
Pemkab Lembata Umumkan 1 Warganya Positif Covid-19
Bupati Lembata didampingi Wakil Bupati dan Ketua DPRD Lembata, umumkan 1 warganya positif Covid-19.(MI/Alaxander P Taum)

PEMERINTAH Kabupaten Lembata, Nusa tenggara Timur, mengumumkan satu orang suspect positif Covid-19 dari hasil rapid test.  Pemkab menyebut suspect positif covid-19 itu sebagai P1, kini dalam perawatan di ruang isolasi RSUD Lewoleba.

"Dari hasil tes pemeriksaan anti bodi SASCOV , ternyata ada satu yang positif, hasil rapid test. Jenis kelamin laki-laki, P1 ini ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lewoleba.  Jadi di Kabupaten Lembata, ada satu orang posotif Covid-19," ujar Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur saat jumpa pers, di Lembata, Selasa (14/4)

Kini tim satgas Covid-19 Kabupaten Lembata mulai melakukan rapid test terhadap mata rantai penyebaran P1 tersebut guna mencegah penyebaran lebih lanjut.

"Kita selanjutnya akan melakukan rapid test terhadap mata rantai P1 tadi. Orang tua, pacar, calon mertua, Kawan-kanawa minumnya. Mudah mudahan tidak bertambah lagi," harap Bupati Sunur.

Bupati Sunur menyebutkan, dari hasil penyisiran Tim covid-19 Kabupaten Lembata, tim menemukan sebanyak 33 orang orang telah berkomunikasi dengan P1. Bahkan sebanyak 23 orang diantaranya, minum-minum bersama termasuk anak SMA, saat duduk bersama dan minum satu gelas dengan P1.

"Mereka disuruh belajar dari rumah bukan minum tuak d rumah. Tim lakukan persiapan menyisir mata rantai penyebaran, bila perlu kita karantina  semua, kita observasi dulu," ujar Bupati Sunur.

Dari rapid test ini, jelas Bupati Sanur, pihaknya akan susul dengan SWAB test,. Namun karena kesulitan alat kita sudah minta ke Dinkes Provinsi NTT.  "Kita akan jemput alatnya di Larantuka untuk test Swab atau pengambilan lendir di hidung dan tenggorokan P1 ini," ujar Bupati Sunur.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, dr Lusia  Chandra menjelaskan, hasil rapid test harus disusul dengan Swab.
"Ini baru rapid test nya saja yang reaktif karena tidak selamanya yang reaktif itu positip Covid-19. Yang negative juga begitu. Jadi harus di Swab. Rapid test harus diulang pada 10 hari lagi" ujar dr Lusia Chandra.

dr.Lusia Chandra menjelaskan, ada P2 yang juga  sedang ditest kesehatannya. Namun hasil rapid test kepada P2 yang adalah  seorang mahasiswi itu non reaktif. Kondisi pasien reaktif covid-19 di ruang isolasi RSUD Lewoleba dalam keadaan sehat.

"Kondisi pasiennya baik, ini pasien tanpa gejala," ujar  dr. Lusia Chandra. (OL-13).

Baca Juga: Mayoritas Kepala Desa Tolak Mudik Lebaran Tahun Ini

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Muhamad Fauzi
Berita Lainnya