Pasar Gede Klaten Sepi Pembeli

Djoko Sardjono
07/4/2020 16:15
Pasar Gede Klaten Sepi Pembeli
Pedagang sayur di Pasar Gede Klaten mengeluhkan sepinya pembeli akibnat wabah Covid-19.(MI/DJOKO SARDJONO)

HARGA bahan pangan di  pasar tradisional Klaten, Jawa Tengah, saat ini stagnan atau bahkan cenderung turun akibat situasi pandemi Covid-19. Sementara itu, para pedagang pasar mengeluh karena sepi pembeli sejak  wabah virus korona menyebar di seluruh daerah di Indonesia.

Salah satu pedagang sayur di Pasar Gede Klaten, Selasa (7/4), Ngatmi, 46, mengatakan pedagang pasar tradisional terdampak penyebaran Covid-19. "Sekarang situasi pasar sepi. Lihat saja, hari sudah siang dagangan masih banyak. Hasil saya dari penjualan sayur anjlok 75% sejak ada virus korona," jelasnya.

Di sisi lain, harga bahan kebutuhan pokok stagnan atau bahkan cenderung turun. Di Pasar Gede Klaten, harga beras kualitas prima IR-64 Rp10.500 dan medium Rp10.000 per kilogram (kg). Harga ini masing-masing mengalami penurunan Rp500 per kg jika dibandingkan dengan situasi sebelum merebak Covid-19 di Klaten.

Harga daging sapi kualitas I Rp110.000 per kg, daging ayam ras Rp29.000 per kg atau turun Rp3.000, telur ayam turun Rp2.000 per kg menjadi Rp22.000, ikan teri asin stabil Rp27.000 per kg, bawang merah turun Rp5.000 menjadi Rp45.000 per kg, dan bawang putih Rp42.500 per kg.

Kemudian, cabai rawit merah Rp50.000 per kg, rawit lalapan (hijau) Rp20.000 per kg, cabai merah besar Rp17.000 per kg, keriting Rp17.000 per kg. Garam bata Rp2.000 dan halus Rp24.000 per kg. Gula pasir Rp18.000 atau naik Rp1.000 per kg, dan minyak goreng curah Rp11.000 per kg. (R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya