Bau Hangus Buyarkan Ketenangan Penumpang

MI
25/4/2015 00:00
Bau Hangus Buyarkan Ketenangan Penumpang
Penumpang dan kru keluar dari pesawat Lion Air rute Kualanamu-Jakarta setelah terdengar ledakan di bagian belakang pesawat.(DOK. METRO TV)
TIDAK ada sesuatu hal yang mencurigakan bagi Adi saat memasuki badan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT303, kemarin.

Pesawat berkode registrasi PK-LFT tersebut akan mengudara dari Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara, menuju Bandara Soekarno-Hatta, Banten.

Para penumpang tampak duduk tenang dan memikirkan kemegahan Ibu Kota yang hendak mereka capai dalam beberapa jam lagi.

Namun, suasana tenang di kabin pesawat tersebut buyar seketika begitu penumpang mendengar suara ledakan dari arah belakang. Suara ledakan tidak terlalu keras, tetapi bau hangus yang menyertainya langsung membuat para penumpang panik, tidak terkecuali Adi.

"Semua orang cemas dan berdesakan untuk keluar," kata Adi kepada Metro TV di RS Grand Medistra, Lubuk Pakam.

Adi, warga Aceh yang ingin berkunjung ke kerabatnya di Jakarta, terjebak di tempat duduk di tengah kabin. Dia menyaksikan seluruh penumpang seperti kehilangan akal seraya berlarian ke sana kemari.

"Saya bergerak ke depan susah, ke belakang pun demikian. Saya lihat lampu darurat menyala. Saya beralih ke pintu tengah. Tidak ada perosotan darurat dan akhirnya saya melompat," kata Adi yang mengalami cedera engkel.

Pesawat Boeing 737-900ER itu mengalami insiden pada pukul 13.00 WIB di Bandara Kualanamu. Saat itu pilot Kapten Amarsyah mulai menghidupkan mesin dan bersiap-siap untuk memundurkan pesawat. Namun, sekonyong-konyong terdengar ledakan keras dari bagian belakang pesawat. Sesaat setelah terjadi ledakan, kru pesawat langsung menggiring penumpang ke semua pintu darurat dan keluar dengan cara meluncur.

Total penumpang di dalam pesawat ialah 214 orang, yang terdiri atas 201 dewasa, 3 anak, 3 bayi, dan 7 kru kabin.

Menurut GM PT Angkasa Pura II Bandara Kualanamu Jaya Tamoha Sirait, pihaknya masih melakukan investigasi. Dugaan sementara ialah kerusakan auxiliary power unit di ekor pesawat.

"Pilot telah meminta kru pesawat mengevakuasi penumpang sesuai prosedur. Akan tetapi, penumpang telanjur panik dan membuka pintu darurat. Sebagian keluar, melompat, hingga menyebabkan tiga penumpang cedera," ujar Jaya.

Manajemen Lion Air berupaya melayani penumpang yang terlambat ataupun luka-luka. Mereka yang tidak mengalami cedera kemudian diterbangkan dengan pesawat lain secara bertahap hingga pukul 16.35.

"Kami masih menginvestigasi ledakan dan prioritas saat ini memastikan keselamatan penumpang," tandas Head Of Corporate Secretary Lion Group Dwiyanto Ambarhidayat.  (Xan/Bow/YN/X-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya