Jalur Puncak II Harus Dikebut

MI
18/2/2020 23:30
Jalur Puncak II Harus Dikebut
(Dok. MI)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, berharap pembangunan jalur Puncak II yang menghubungkan Kabupaten Bogor dan Cianjur dipercepat. Selain beban jalur lama semakin berat sehingga kerap terkjadi kemacetan lalu lintas, di jalur itu juga sering terjadi bencana.

“Volume kendaraan di jalur Puncak sudah berat dan di wilayah itu juga sering terjadi bencana. Maka perlu ada alternatif ruas jalan, yakni Puncak II dan pembangunannya perlu dipercepat,” kata Kepala Bidang Pembangunan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cianjur Yedi Indraguna, Selasa (18/2).

Ia menjelaskan, detail engineering design (DED) jalur Puncak II yang saat ini masih terus digarap sebelum berlangsung pekerjaan konstruksi. Tahapan itu dilakukan sebagai perencanaan memetakan titik-titik jalur alternatif seandainya nanti jalur Puncak II terealisasi.

Menurut Yedi, total panjang jalur Puncak II dari Bogor hingga Cianjur mencapai 40 kilometer (km), tetapi megaproyek jalur Puncak II yang berada di wilayah Cianjur hanya sekitar 8 km.

“Progresnya masih dalam tahap DED. Masih dalam tahap perencaaan-perencanaan. Beberapa pekan lalu, tim dari Dinas Pekerjaan Umu dan Perumahan Dakyat (PUPR) Cianjur agak detail melakukan survei ke lokasi. Kami sudah membuat beberapa alternatif,” ujar Yedi.

Ia juga mengungkapkan, total biaya pembangnan jalur puncak II sekitar 587 miliar. Saat ini Pemkab Cianjur telah menyiapkan anggaran Rp12 miliar untuk pembangunan eksisting jalan, sedangkan selebihnya didanai oleh pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Pembangunan fisik (jalur Puncak II) akan minta bantuan ke pemerintah pusat dan provinsi. Proyek jalur ini kan lintas wilayah dengan Kabupaten Bogor. Kami berharap untuk biaya konstruksinya dari pemerintah pusat dan dana pembebasan lahan masyarakat dari pemerintah provinsi,” tuturnya.

Jalur tersebut rencananya akan dibangun selebar 30 meter. Di wilayah Cianjur jalur Puncak II terbentang dari Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, hingga ke Jembatan Cibeet yang merupakan perbatasan dengan Kabupaten Bogor.

Sebelumnya, saat berlangsung Komunikasi Pembangunan Daerah (Kopdar) Gubernur Jawa Barat dengan seluruh bupati dan wali kota se Jawa Barat di Istora Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Pelaksana Tugas Bupati Cianjur Herman Suherman juga berharap percepatan pembangunan jalur Puncak II menjadi prioritas.


Jalan layang

Pembangunan infrastruktur di wilayah lain di Indonesia juga terus berlangsung. Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran meresmikan jalan layang ruas Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama yang menghubungkan Kabupaten Kotawaringin Barat, Sukamara dan Lamandau dengan Panjang 3 km dan lebar 9 meter.

“Pembangunan jalan layang dilaksanakan secara multyyears yakni tiga tahun, namun bisa kita selesaikan lebih cepat, yakni dua tahun,” katanya, Selasa (18/2).

Dengan dibangunnya jalan layang yang menghubungkan tiga kabupaten dan akses menuju Provinsi Kalimantan Barat, ujarnya, lalu lintas barang kebutuhan masyarakat dan jasa menjadi lebih ekonomis. sebab, jalur tersebut mempersingkat jarak dan waktu tempuh. (BB/SS/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya